If you can't be a poet,, be a poem,,

21 November, 2009

Bukan Umar [a-Gado-Gado-Tale-Story]

Diarsipkan di bawah: ceritapunyacerita — humaiRA Marby @ 20:10

Pelabuhan Merakyat tampak bergemuruh dari jauh. Pelabuhan kebanggaan Pulau Kemoceng ini seperti bergoyang dangdut. Berjubel orang-orang dari Kampong yang hendak ke Pulau Beruang menginjak-nginjak badannya. Peluh, bau ketiak, bau Ayam, bau durian, bau kuli, bau segala rupa campur aduk menjadi satu di hidung Pak-Ngah. Mak-Ngah tampak sibuk memperbaiki kerudungnya yang sudah mencang mencong kesana kemari. Sementara tangannya sekaligus sedang menjinjing kardus bekas supermie berisi rambutan, ikan asin, petai bakar, dan oleh-oleh lain buat anaknya yang jadi kuli di seberang sana.

Antrian mulai memanjang meliuk-liuk. Di belakang Mak Ngah seorang Bujang tanggung sedang memapah tubuh ringkih Atok nya yang semaput, nafasnya putus-putus, macam Malaikat Maut dah di depan mata. Rencana mereka hendak ke Pulau Beruang nak berobat. Maklumlah, di Pulau Kemoceng nan kecik ni selain fasilitas tak lengkap, Dokter pon ikut-ikutan tak lengkap juga. Dengar-dengar karena tak betah, penghasilan tak cukup, bayaran kecil, begitulah. Dibelakangnya lagi Mak Cik-Mak Cik berdaster biru pudar membawa keranjang di kepalanya. Hingga ke paling belakang, tampak PakCik-PakCik membawa Ayam 2 ekor di keranjangnya, sedang mengipas-ngipas muka dengan peci putihnya yang sudah pindah dari kepala ke tangannya.

Antrian yang panjang tiba-tiba terhenti, maju tidak, mundur makin. Serombongan orang-orang wangi (begitulah dihidung Pak-Ngah) dengan lancar lewat di depannya, dikawal pasukan seragam biru-biru. Terlihat tertunduk-tunduk pasukan ini. Seolah-olah yang sedang di kawalnya Maharaja. Entahlah. Orang-orang melongo. Selintas Pak-Ngah melihat Spanduk besar bertuliskan “Rombongan Pejabat Bla Bla dalam Rangka Bla Bla Agar tercapai Bla Bla”.

Barisan panjang ini kian menit mengeluarkan dengung suara lebah. Terpaksa mengalah dengan barisan orang-orang wangi yang tiba-tiba melewati antrian mereka. Kuli tinta mengejar-ngejar. Anak dare resah, sibuk berkipas-kipas, riasan mukanya mulai luntur. MakCik dah berkotek-kotek kesal mengalahkan Ayam PakCik berpeci putih yang sudah sama gerahnya. Orang-orang mulai mencerecau, Atok si bujang semakin semaput, bau mulut dimana-mana. Mak Ngah pun turut membantu mengipasi si Atok. Bujang pias, pucat. Pak Ngah dah tak tahan, geram rasa hati die. Didatangi-nya-lah si Tukang-Pungut-Karcis (TPK) kapal ferry yang berseragam biru juga.

Pak Ngah    : Bang, bise tak Atok same si Bujang ni naek kapal tu dulu? Kasian bang, dah tak tahan berdiri tampaknye Atok tu.

TPK              : *dengan bahasa Indonesia yang disempurnakan* Maaf pak. Sebentar lagi kapal akan berangkat. Bapak bisa sabar menunggu di antrian Bapak. Sebentar lagi juga dibuka *tersenyum*

Pak Ngah     : *makin tak sabar* Bang, kasian la ngko liat Atok si Bujang tu, dah putos-putos pon napas die.

TPK               : Maaf Pak. Antrian belum dibuka. Bapak silahkan kembali ke tempat Bapak. *senyum sempurna*

Pak-Ngah   : heh! Bute mate ngko tu ye! Ngko tak liat tu Atok die dah semapot nak mampos masi juge tak jalan-jalan antrian ni!

TPK            : *kaget agak pucat* Tapi antrian belum waktunya dibuka Pak. Akan mengganggu kestabilan jadwal Pelabuhan ini jika dibuka tidak pada waktunya *bahasa tertata sempurna*

Pak Ngah    : betol-betol bute la aparat pemerentah ni! Rakyat dah nak mampos masi juge ngko bilang stabil. Kalo kami tak bole lewat, nape pulak orang-orang tu bole lewat? *murka*

Bujang         : *makin pucat*

TPK              : *makin pucat juga* Mereka itu Pejabat-Pejabat Negara ini Pak. Jelas berbeda. Mereka diburu waktu dan tugas mereka lebih berat.

Pak Ngah    : Berat ngko cakap. Siape die heh?? Umar bin Khattab??

TPK              : Justru itu Pak, mereka hanya manusia biasa yang punya salah. Takkan ada yang sekaliber Umar bin Khattab. *tersenyum, merasa penjelasannya sempurna*

Pak Ngah    : *kalap* ya justru mereka tu bukan Umar bin khattab tu lah, nape pulak mesti di istimewakan, memang mereka dah buat ape same hidup kami ni.

TPK              : *pucat lagi*

Pak Ngah       : Ngko dengar ni ye!! Umar dulu kalo die tak bagos sikapnye make die bersedia ditegor dengan pedang oleh rakyat die. Nah apelagi yang cume macam pejabat-pejabat Negara yang kata ngko tadi tak selepel Umar tu. Ngko tak mau kan aku tebas batang leher pejabat tu satu-satu. Ngko cakap sekarang same mereka buke antrian ini. ini pelabuhan untok rakyat, tak ade buat pejabat!! Lekas cakap sanaa!!!

TPK              : ba-baik Pakk.. *tergopoh-gopoh berlari ke rombongan Bapak Pejabat*

Sementara dari lebah barisan antrian yang kian semrawut berubah menjadi nyamuk. Sumpah serapah dari Anak-anak dare dan Mak Cik-Mak Cik menggema di penjuru lorong-lorong Pelabuhan. Mungkin suara-suara nyamuk ini sampai juga ke telinga Bapak Pejabat yang Terhormat. Sesekali mereka melirik ke barisan nyamuk ini.

TPK kembali ke tempat tugasnya. Sambil tergopoh-gopoh berkeringat agak ketakutan melihat jenggot dan kumis Pak Ngah. Takut ditebas batang lehernya. Kemudian ia membuka rantai yang dijadikan sebagai batas antrian.

TPK                : Bisa ditunjukkan tiketnya Pak

Pak Ngah      : hm.. *sangar, nunjukin karcisnya dan Mak Ngah beserta si Bujang dan Atoknya*

TPK               : Si-silahkan Pak. Semoga perjalanannya menyenangkan. *melihat Atok* Cepat sembuh ya Pak *senyum sempurna*

Atok               : *senyum semapot*

Bujang            : *senyum pucat*

Mak Ngah      : *senyum kecut*

Pak Ngah       : *senyum asam*

Besoknya,,,

HEADLINE

Pos Makar :

“Demi Seorang Bapak Tua yang Sakit, Rombongan Pejabat X rela menunda kepulangannya”

Beruang Pos :

“Pejabat X : Berbakti pada Rakyat adalah Tugas Saya”

Tabloid Jin, Rubrik Tokoh :

“Sisi Lain dari Pejabat X”

10 November, 2009

Tembok Ratapan Itu Kini Bernama Facebook…

Diarsipkan di bawah: Sebuah catatan — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , , , , ,

Oleh : Mbah Asba [http://farikhsaba.multiply.com/journal/item/203]

Pernah mendengar tentang sebuah tempat di mana orang-orang menyampaikan keluhan-keluhannya, doa-doanya, harapan-harapannya, hingga semua hal yang ada dipikirannya, ia tumpahkan di tempat itu? Pernah? Simbah tidak sedang membicarakan Masjid, lho? Tempat yang simbah maksud ini adalah sebuah tembok…

Gimana? Sudah tahu?

Ya, tempat itu bernama Tembok Ratapan (Wailing Wall). Tembok Ratapan terletak di Palestina dan kini dicaplok oleh Israel. Terlepas dari kontroversi akar sejarahnya yang diklaim sebagai bagian dari Haikal Sulaiman, ataupun indikasi kuatnya sebagai bagian dari propaganda zionis untuk menguasai al-Aqsa dan legitimasi politik atas pendudukan mereka di Al-Aqsa, saat ini masyarakat internasional mengenalnya sebagai Tembok Ratapan.

Tembok Ratapan adalah tempat yang dianggap penting dan suci oleh orang Yahudi. Awalnya ia hanya dikenal sebagai Tembok Barat, tetapi belakangan disebut “Tembok Ratapan” (Wailing Wall) karena di sana orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain berdoa dan meratap, mereka juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu. Mereka juga berdoa dan mengharapkan datangnya Messiah sang penyelamat.

Tembok ratapan itu kini masih berdiri, dan masih banyak orang datang ke sana untuk berdoa dan meratap, sekaligus menuliskan harapan-harapannya lalu menyelipkannya ke dinding-dinding tembok itu. Nah, kini ada sebuah tembok baru yang dibuat di luar tembok ratapan itu. Jika yang datang ke tembok ratapan sebagian besar adalah orang-orang yahudi, maka di tembok baru itu, yang datang meratap bukan saja orang-orang yahudi, tetapi juga orang-orang Muslim dan orang-orang umum. Mereka dengan leluasa meratap, mengeluarkan keluh kesahnya, menuliskan harapan-harapannya, dan menghaturkan doa-doanya. Bahkan, jika Tembok Ratapan di Palestina hanya sedikit pengunjungnya, itu pun tidak setiap hari, maka tembok yang baru ini selalu dipenuhi oleh pengunjung dari segala penjuru dunia tiap harinya. Bahkan ada yang setiap hari tidak pernah meninggalkan tembok baru ini saking khusyuknya ibadah mereka di tempat itu.

Meski begitu, ia tidak pernah sesak, para pengunjungnya bisa dengan leluasa mengunjungi tembok-tembok itu. Bahkan, mereka diberikan kemudahan dengan dibebaskannya mereka membuat privatisasi pada sebagian tembok tertentu. Mereka bisa menuliskan harapannya, menyelipkan keluh kesah dan doa-doa panjangnya di dinding-dinding tembok itu, bahkan kini mereka juga dapat menyelipkan foto-foto diri mereka. Mereka juga dapat berinteraksi dengan pengunjung lain yang juga menjadi peratap di tembok itu. Kadang, mereka saling bertukar komentar atas keluhan, harapan, doa, atau sekadar celoteh kecil yang disisipkan di dinding mereka. Begitu mudah, begitu akrab, dan begitu alami…

Ya.. tahukah kalian? Kini, tembok ratapan itu bernama Facebook!!!  Di Facebook, kita mengenal istilah wall/dinding. Di sana kita biasa mencurahkan isi kepala kita, harapan, doa dan sebagainya. Secara konseptual, ini sama dengan konsep tembok ratapannya orang yahudi. Bedanya, tembok ratapan kita itu adalah tembok maya, sementara tembok ratapan orang yahudi itu bersifat nyata.

Ya, di sini kita bisa melihat bagaimana orang yahudi itu mengamalkan ajaran agamanya, bahkan sampai di dunia maya. Bukankah pemilik dan penggagas facebook ini adalah orang yahudi?

Nah,  selamat datang di era peribadatan virtual. Tetapi bukan itu saja, dinding-dinding itu kini memiliki banyak nama baru… ia bisa jadi MP, Twitter, dsb..

8 November, 2009

Virus KCB [ Komen Cinta Bersambut ]

http://www.techshout.com/images/storm-worm-val.jpgIni virus baru. Lahir dari rahim era kemajuan teknologi. Menjangkiti para jama’ah social-networkiyyah. Sekiranya engkau masuk maka berhati-hatilah Kawan. Jangan sampai terperangkap dengan kata-katamu sendiri. Jangan sampai yang kau bilang senjata menjadi boomerang bagi dirimu sendiri.

Begitulah. Terkadang mengira mungkinkah social-network (jaringan sosial) ini adalah bagian konspirasi. Mengingat bahwa hampir seluruh social-network dibawah kendali yahudi. Konspirasi yang dibuat dengan tujuan untuk melenakan dan melunturkan iffah pemuda-pemudi Islam sehingga lupa berjuang untuk agamanya. Ingatlah Kawan mereka mengalahkan kita bukan dengan pedang, tapi lena dunia.

Dan jika aku adalah zionis. Mungkin aku akan mencari cara yang lebih halus dari minuman keras dan free sex untuk menjebak pejuang-pejuang muda Islam agar lupa kewajiban. Minuman keras, free-sex, gaya hidup mewah, narkotika, ah, cara yang sudah tak laris dikalangan kalian. Kalian pasti menolak jika kutawarkan minuman haram itu. Kalian wahai Ikhwan, pasti menolak mentah binal yang kujajakan. Kalian Muslimah, pasti kabur sebelum terjebak dengan umpan lelaki begundal yang ku umpankan. Harus ada cara khusus untuk menangani kalian. Harus dengan special-method untuk meredam tingkah-tingkah kalian yang seringkali menyusahkan dan mengganjal tujuan kami, Novus Ordo Secrolum (Tatanan Dunia Baru). (alhamdulillahirabbil’alamin, tapi aku bukan zionis).

Dan Virus KCB inilah jawabannya, sebuah virus yang terlahir dari social-network, dunia dimana batas dan rambu adalah sebuah relativitas. Bagi yang memang tak pernah memakai rambu silahkan. Bagi yang memakai rambu tapi lupa rambu, silahkan. Bagi yang memakai rambu dan tetap memakai rambu, silahkan. Ya begitulah, relatif. Virus KCB, sebuah cara halus namun mematikan. Iffah luntur, prinsip semula yang dipegang mengendur, futur, atau lebih parah segalanya mengabur. Ada yang tetap bertahan, istiqomah pada jalan yang sudah dipilih. Berjuang. Dimanapun tempat kami. Begitulah kata mereka, dan memang begitulah yang mereka lakukan.

Namun korban terinfeksi sudah banyak berjatuhan, baik yang dekat didepan monitor maupun yang dekat didepan mata. Jatuh satu persatu akibat virus baru ini. Sebegitu dahsyatnya sampai-sampai yang dulu berkoar-koar “tidak pacaran”, “pacaran itu haram”, “pacaran itu zina”, telah ditemukan asyik berkomen-ria-mesra dengan sang ikhwan pengelana, bahkan terpergok di alam nyata. Sampai-sampai yang dulu begitu heroiknya berteriak “SAVE PALESTINE! SAVE UIGHUR! SAVE ROHINGYA!” sekarang malah sedang sibuk melayani komen-komen distatusnya. Sampai-sampai rumah tangga rusak, sampai-sampai istri lupa sudah punya suami, sampai-sampai suami lupa sudah punya istri, sampai-sampai istri lupa sudah punya anak, sampai-sampai pejuang lupa berjuang, sampai-sampai,, sampai-sampai,,

“Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” [Luqman : 6]

Ah, kemana idealisme itu Kawan? Mengapa kau gadaikan pada fatamorgana yang mereka ciptakan. Mana itu harga dirimu? Mengapa kau taruh pada batu limbung yang akan jatuh ke pangkuan jurang? Kita sedang membahagiakan hati zionis dan setan Kawan. Itupun kalau mereka punya hati. Dan sejak kapan pula mereka punya hati.

Akhir kata. Semoga cepat sembuh Kawan!

-aku merindukanmu,,,,, Kawan-

-selalu dalam rangka perbaikan diri-

30 Oktober, 2009

Sang Penyendiri

Diarsipkan di bawah: TOKOH — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , ,

lonely_desertIa termasuk generasi assabiqunal awwalun yang mula-mula masuk Islam. Mantan perampok dari Bani Ghifar bernama Jundub bin Junadah ini termasuk sahabat dekat Rasulullah saw. Setelah bertauhid, ia terkenal dengan sebutan Abu Dzar al-Ghifari.
Abu Dzar sangat mencintai Nabi Muhammad, pun sebaliknya. Di Madinah, ia berkhidmat melayani berbagai kepentingan Rasulullah dan keluarganya. Tak heran jika ia banyak menimba ilmu dari beliau.

Merasa dekat dan disayang Nabi Muhammad, suatu ketika Abu Dzar mencoba meminta jabatan. Mendengar permintaan tersebut, Rasulullah menepuk pundaknya seraya berpesan, “Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah, sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan,” (HR Muslim).

Mematuhi pesan junjungannya, Abu Dzar menjadi “proletar”, anti birokrasi dan kemapanan. Walau begitu, ia tetap mengingatkan mereka-mereka yang lena dengan kenikmatan duniawi agar sadar diri, eling dan waspada.

Tak pelak sikapnya ini menuai kontroversi. Ia dianggap aneh, ganjil dan ‘asing’. Padahal saat itu Islam tengah berjaya, dan para sahabat terkemuka banyak yang mendapatkan kedudukan istimewa dalam pemerintahan.

Keteguhan prinsipnya membuat lelaki yang disebut sebagai manusia paling jujur oleh Rasulullah itu ‘terkucilkan’ dari pergaulan. Ia pun menjalani lelaku uzlah; menyepi dari kerumunan manusia. Hidup menyendiri di perbukitan Rabadzah di luar kota Madinah, hingga maut menjemputnya.

Abu Dzar dikenal memiliki solidaritas sosial yang tinggi, peduli dengan kaum papa dan marginal, serta bersikap wala’ dan zuhud. Rasulullah pernah mendoakannya, “Semoga Allah SWT mengampuni Abu Dzar. Ia berjalan sendirian, akan mati sendirian dan akan dibangkitkan kembali sendirian.”

Kini di negeri ini, orang-orang yang mengaku besar dan ternama tengah berlomba-lomba berebut jabatan dan kedudukan. Melakukan segala macam cara demi pemenuhan ambisi dan kuasa sesaat. Orang-orang seperti Abu Dzar al-Ghifari jarang muncul ke permukaan.

Padahal meleburkan diri dalam kancah ini bukanlah suatu kehinaan, juga tidak menghilangkan kemuliaan. Abu Dzar telah membuktikan, bahwa “kesendirian” itu sama mulianya dengan gempita kekuasaan.

Source : http://www.sabili.co.id —> click here

20 Oktober, 2009

HAMAS SEBAGAI PELANGGAR HAM PERANG GAZA???

Diarsipkan di bawah: ATTENTION ! — humaiRA Marby @ 20:10

Supporting Independence of Palestine

HAMAS TERPILIH SEBAGAI PELANGGAR HAM PERANG GAZA. IKUTI POLLINGNYA UTK MERUBAH HASIL !!! di link berikut ini:

http://www.sondaggi.rai.it/index.php?sid=39195&lang=it

PILIH-lah JAWABAN PERTAMA : “Israele, con le bombe al fosforo in centri urbani”

Terjemahan Polling

Menurut pendapat Anda, siapa yang telah melanggar hukum internasional dalam perang di Gaza?

a. Israel, dengan bom fosfor di pusat-pusat perkotaan
b. Hamas menggunakan warga sipil, perempuan dan anak-anak sebagai perisai manusia
c. Keduanya
d. Tidak satupun

Sebarkan!

Source : click –> here

Untukmu Ayah,, [dan Calon Ayah]

Diarsipkan di bawah: Keluarga — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , , , , ,

Bismillah,,

Kita mulakan dengan satu dialog singkat temanku (Hany) dan suaminya saat berkunjung ke rumah Habib Riziq. Ceritanya saat itu temenku sedang bercengkrama dengan anak laki-laki Habib yang masih kecil. Tiba-tiba lampu mati, dua-duanya kaget

Hany             : ya Allah, mati lampu

Anak Habib    : Astaghfirullahal‘azhim,,

Hany             : *diem liat respon tu anak*

Anak Habib    : Amah, boleh pangku?

Hany             : Boleh. Adek ga takut kan?

Anak Habib    : Ngga Mah

Sekitar 15 menitan lampu hidup kembali.

Anak Habib    : Alhamdulillah,, *sambil menengadahkan tangannya kemudian mengusap ke muka*

Hany             : *nganga’* Adek siapa yang ngajarin?

Anak Habib    : yang mana Mah?

Hany             : yang tadi itu?

Anak Habib    : Ga ada yang ngajarin

Hany             : trus tau dari mana?

Anak Habib    : Liat Abah (maksudnya Habib)

Tingkat Spiritual Ayah Bentuk Pribadi Anak

Ingatkah anda kisah kerelaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putra pertamanya, Ismail, atas perintah Allah s.w.t? Ketika Ibrahim berkata kepada putranya ia memiliki ilham bahwa Allah ingin ia menyembelih Ismail, sang putra patuh tanpa keengganan sedikit pun. Hal yang paling luar biasa dari kisah itu adalah, bagaimana Ismail begitu percaya sepenuhnya pada kebenaran ilham sang ayah.

Beberapa anak lelaki saat ini yang akan bereaksi serupa Ismail ketika orang tua berkata pada mereka, “Tuhan menginginkan aku mengorbankan dirimu?. Mungkin sebagian akan menjawab, “Apa Bapak sudah gila? Mereka mungkin bisa menerima gagasan berkorban untuk Allah, namun sulit meyakini ada hubungan kuat antara ayah dengan Allah, seperti yang dialami Ismail.

Inilah letak peran penting seorang ayah dalam keluarga. Kepercayaan mendalam hanya dapat dihasilkan dari hubungan sangat dekat.

Pun, Sang ayah, Nabi Ibrahim sama sekali tidak was-was dan bingung terhadap rencana masa depan putranya. Ismail pun tak memiliki tujuan besar lain selain mematuhi sang ayah, dan bersedia melakukan apa pun perintah Allah. Tentu saja mereka berdua nabi dan dari segi keutamaan dan kedudukan jauh dari manusia biasa.

Namun ada hal-hal besar yang dapat dipelajari oleh keluarga Muslim saat ini. Pemaparan dari ahli psikologi keluarga, Marria Husain, dari situs keluarga Zawaj berikut layak untuk dijadikan acuan.

Menghormati Kepercayaan Keluarga

Orang tua harus terus menjaga nilai kelayakan dan kepercayaan dalam keluarga dengan selalu mengarahkan tujuan rumah tangga untuk beribadah kepada Allah. Faktor pemimpin keluarga sangat besar di sini, yakni ayah. Kini berapa keluarga yang benar-benar membesarkan anak sebagai semata-mata ibadah dan ikhlas kepada Allah.

Sebaliknya berapa banyak keluarga Musim yang mengguyur anak-anak mereka dengan kencang dalam hal keuangan dan material, atau mendorong mereka untuk meraih sebanyak mungkin gaji, jabatan, kedudukan, ketenaran dan materi lain.

Banyak orang tua yang cenderung mengambil alih mimpi anak. Tentu orang tua ingin melihat anak mereka berhasil, sekolah di tempat baik, mendapat jodoh yang baik, tapi itu bukan segalanya dan belum tentu yang diinginkan orang tua juga diinginkan anak.

Anak-anak saat ini dikorbankan untuk jadwal yang padat, bahkan saat mereka di usia kanak-kanak. Orang tua pun tak bisa melepaskan diri dari harapan tinggi pada anak-anak sekaligus melupakan bahwa anak-anak pun berhak menuntut dari orang tua, yakni waktu, kebersamaan, dan kasih sayang. Dalam tradisi para nabi, bila pria menghabiskan waktu bersama keluarga akan dinilai sebagai ibadah.

Keluarga Butuh Cinta Ayah

Cukup memprihatinkan saat ini, banyak keluarga Muslim dikorbankan karena selip pemahaman sang ayah. Pemahaman itu membuat lelaki berkeluarga meninggalkan keluarga demi aktif di komunitas luar.

Saat ini, menurut Maria Hussein, para lelaki kadang berpikir berlebihan dengan menganggap keluarga akan menghalangi kecintaan terhadap Allah, sehingga mereka berjarak dengan istri dan anak-anak. Yang terjadi, para lelaki tipe ini memang kerap terlibat dalam pelayanan komunitas, berlama-lama dalam masjd, menolong orang lain, sementara di rumah hanya berbincang sekedarnya, melakukan aktifitas seperlunya karena energi telah terkuras di luar sebelum akhirnya tidur kecapaian.

Namun, itu masih lebih baik. Maria menuliskan ada lagi tipe yang lebih parah, yakni tipe yang berjarak dari keluarga karena mengejar material. Persamaan kedua tipe ayah itu, sama-sama tidak memandang keluarga sebagai alat untuk beribadah dan mendapat keikhlasan Allah. Kedua tipe ayah di atas menurut Maria, dapat memberi dampak buruk bagi anggota keluarga lain.

Sang istri mungkin, yang awalnya sukarela  mendampingi suami dalam pernikahan dan membebaskan suami melakukan ‘hal lebih penting’ untuk Allah, akan mengubah pandangan. Istri bisa jadi merasa diabaikan dan ditolak. Itu pun sangat mungkin terjadi pada anak. Apalagi bila anak mulai merasakan tanda-tanda bila ibu jengkel terhadap ayah.

Dampak kemudian akan lebih buruk. Bila beberapa bulan atau tahun, anak-anak terbiasa tinggal tanpa ayah itu sangat beresiko. Akan muncul perasaan tidak lagi butuh sosok ayah dan akhirnya hilang perasaan kedekatan. Artinya si ayah sebenarnya telah ‘kehilangan’ anak mereka. Dalam kehidupan saat ini, tidak cukup bagi seorang ayah hanya datang dan membawa uang lalu merasa pekerjaan sudah beres.

Baik anak lelaki dan perempuan membutuhkan waktu bersama ayah. Anak lelaki yang terabaikan oleh ayah secara psikologi cenderung mengembangkan perilaku kasar, melanggar norma dan hukum dan selip secara seksual saat remaja.

Sementara anak perempuan yang tak mendapat cukup penghargaan, perhatian dan cinta kasih ayah akan lebih rentan dari serangan predator seksual. Hal itu karena, menurut Maria, dibawah sadar, mereka mencari kasih sayang atau peran pengganti ayah. Kebutuhan didorong perasaan putus asa untuk cinta kasih dan pengakuan kerap membuat remaja melakukan perilaku terlarang dan merusak.

Sementara anak-anak berbahagia yang mendapat kesempatan bersama sang ayah untuk bersenang-senang, beraktivitas bersama cenderung sedikit memiliki masalah sosial. Mereka bahkan akan mengembangkan pribadi lebih sehat, stabil dan memenuhi kewajiban pernikahan dengan baik pada tahun-tahun kemudian.  Itz

Co-paste from :

( http://www.republika.co.id/berita/72267/Tingkat_Spiritual_Ayah_Bentuk_Pribadi_Anak )

15 Oktober, 2009

H A M —> Hak Azazi Miyabi

Diarsipkan di bawah: Sebuah catatan — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Maksud hati menyetel TV ingin refresh sejenak setelah rutinitas pandang-memandang dengan awan dan berkutat dengan laporan cuaca. Tapi akhirnya kotak ajaib itu saya matikan. Muak.

Lucu juga miris melihat lelaku orang-orang yang mengaku sebagai Fans Miyabi di Pekalongan dan beberapa orang Mahasiswa dari Universitas Islam di Sulawesi. Iya. Mereka berdemonstrasi mendukung kedatangan Miyabi. Alasannya karena melarang Miyabi datang ke Indonesia berarti melanggar HAM (Hak Azazi Miyabi Manusia).

Padahal letak masalahnya pada efek domino dari “jikalau si Miyabi beneran jadi main film komedi/bukan di Indonesia”. Dengan ataupun tanpa kontroversi, efeknya akan tetap sama. Soalnya ada yang pake alasan “coba ga pake kontropersi-persian gini, kan ga bakal heboh”. Padahal sama aja. Kalo filmnya muncul (apalagi booming), akan banyak orang (dewasa ataupun anak kecil) yang mencari tentang profilnya. Dan profil Miyabi yang tersebar adalah sebagai bintang porno, bukan sebagai Mentri Luar Negeri Amerika. Saat dipencet tombol “search” yang muncul ya pasti gambar Miyabi lagi pake baju anak bayi, bukan gambar Hillary Clinton atau Condoleeza Rice. (jadi selamat menikmati anak-anak!)

Maka daripada itu, Abang-abang warnet di Karimun sudah meningkatkan level siaga ke tingkat 5. Khawatir anak-anak kampung pada buka situs soal Miyabi. Alesannya mau maen game, taunya ngulik-ngulik soal Miyabi. Miyabi sudah masuk kampung. Di kota rusak, kampung rusak, manalagi yang belum dirusak. Pak Presiden, Pak Menteri, kemana Anda? Sudah tak bisa diharapkan lagikah? Begitulah. Abang-abang warnet sudah merasa percuma mengharap pemerintah.

Banyak kasus pemerkosaan, pelecehan, dilakukan pelaku karena terinspirasi dari film atau gambar porno. Atau tak usah jauh-jauh ke film porno, gara-gara nonton film India seorang anak remaja “terinspirasi” untuk memperkosa anak kecil tetangganya. Apalagi gara-gara film porno. Banyak kasus janggal yang terjadi karena dekadensi moral yang terjadi akibat aksi “porno-porno-an” ini. Memperkosa laki-laki, memperkosa ibu sendiri, memperkosa kambing, memperkosa ayam (yang ini pernah kejadian di Batam). Buat saja diagram sendiri dengan kotak pertama di isi dengan kata PORNO. Turunannya banyak banget itu. Pelecehan, pemerkosaan, kriminalitas, pembunuhan, freesex, dll.

Dan kalau sudah kejadian yang menderita ya pasti korban dan keluarganya. Bintang Porno, Majalah Porno, Rumah Produksi Film Porno, dan Pendukung Porno-pornoan nya ya ga’ merasa apa-apa. Nanti paling pihak-pihak tertentu mengatakan “semua itu ya tergantung orangnya”. Ini akibat kalau tidak melanggar HAM (Hak Azazi Miyabi). Alasan “semua itu ya tergantung orangnya” malah jadi memupuskan guna manusia untuk watawashaubilhaq watawashaubish shabr (saling mengingatkan dalam kebaikan juga kesabaran).

Atau minta tanggung jawablah pada Fans-fans Miyabi dan Mahasiswa-mahasiswa tadi. Mau ga’ mereka? Jawabnya pasti pake lagu lama lagi, “semua itu ya tergantung orangnya”. Atau lagi tanyakanlah pada para pendukung Miyabi itu, bagaimana jika saudara perempuan mereka yang diperkosa? Bagaimana jika ibu mereka yang di nodai? Bagaimana jika si Miyabi itu istri mereka? Bagaimana jika korban pelecehan adalah adik mereka? Bagaimana kalau akibat itu terjadi pada mereka?

Mungkin bakal berentetan akhirnya. Dari Miyabi, akhirnya bintang porno Indonesia yang masih “malu-malu” mulai berani nongol gigi. Kemudian dilanjutkan dengan menjadi biasanya Bintang Porno sebagai profesi di Indonesia. Indonesia jadi Indorika. Dihancurkan oleh paham buangan, narkotika, dan pornografi.

Dan satu lagi yang lebih lucu, ternyata di Jepang Miyabi ditolak, ga di idolain, kecuali yang memang isi otaknya kemiyabi-yabi-an, trus kenapa kita di Indonesia ini mau-maunya jadi tempat sampah buat nampung si Miyabi?

-Semoga Allah semakin menetapkan dan mengokohkan keimanan kita, meneguhkan setiap langkah kita, serta memberi hidayah dan taufiq-Nya serta hati yang terbuka untuk,,,, siapa saja-

4 Oktober, 2009

THT (keTek, Hipertensi, dan Televisi) — [a-Gado-Gado-Tale-Story]

Diarsipkan di bawah: GadoGado — humaiRA Marby @ 20:10

[cerita nyambo ga' nyambo]

Alkisah,,,

Di suatu hari dimana yang daripada itu cuaca sangat sejuk dan awan mendung menggelayuti Pulau Cinta-Patah-Satu-Tumbuh-Empat, Gadis-Berbaju-Gak-Biru2-Amat-Juga-Gak-Abu2-Amat (GBGBJGAA) memutuskan untuk membeli minuman jahe sachet kesukaannya di warung. Sampai di warung GBGBJGAA langsung menuju barang yang ditujunya, tentu saja GBGBJGAA tak perlu bertanya lagi pada Pak-Cik-Rambut-Belah-Tengah (PCRBT) letak rak barang buruannya hari itu, secara sering beli gitu loh.

Angin makin kencang. GBGBJGAA mempercepat geraknya menuju meja PCRBT hendak membayar belanjaannya. Kemudian datanglah seorang Bujang-Yang-Tangan-Cewe’nya-Ada-di-Keteknya (BYTCAK) bersama dengan Cewe-nya-Yang-Kelihatannya-Memakai-Baju-dan-Celana-Adeknya (CYKMBCA). Entah karena BYTCAK itu takut cewe’nya lari atau mungkin cewe’nya yang kedinginan, jadi ketika dia mau ngambil duit di dompetnya, tangan si cewe’ yang tadinya di genggam di tangannya, dipindahin ke keteknya. Mata GBGBJGAA tak sengaja bertabrakan dengan pemandangan yang cuma 3 meter dari tempat ia dan PCRBT yang sedang menghitung kembalian duitnya. Baru liat yang model kek begitu jadi GBGBJGAA agak terkesima.

BYTCAK             : nape ngko lihat-lihat kesini he ?

GBGBJGAA        : *mengernyit* kalo ga’ mau kelihatan jadi setan aja *kalem*

BYTCAK             : enak betol cakap ngko bla bla bla,,, @#$%&@%!##$#@

CYKMBCA          : *merengot*

GBGBJGAA        : *pergi*

PCRBT              : *mesem*

Kesimpulan :  Menyempilkan sesuatu di ketek ternyata dapat menyebabkan hipertensi. Apalagi kalau barang haram. (mohon diteliti)

*Cerita dan tokoh di atas hanyalah fiktif belaka. Sampah Sumpah!

Cerita-dikit-tapi-gak-dikit-dikit-amat :

TVTernyata dampak televisi itu sangat merusak-sak-sak. Alat-Konspirasi-Paling-Ampuh dibanding tank-tank nya Israel. Salah satu penyebab dekadensi moral yang terjadi di Indonesia, dunia. Mbah kos ku cerita, dulu tak ada perawan-perawan tu pakai celana jeans ketat sampe bokongnya sesak di Pulau Kecil ini. Keluar dengan anak bujang pun pantangnya minta ampun. Tak macam sekarang. Jangankan Mbah. Saya yang pendatang aja geleng-geleng kepala. Walo sebenarnya saya juga sering banget nemuin di Batam. Rasa-rasanya gaya hidup artis plus pakaian-pakaiannya mereka tiru blas. Para pemuda-pemuda kita, entah itu di kota atau di kampung udah menjadi korban dari perusakan media Televisi.

Belum lagi melihat gaya pacaran mereka. Hari jum’at pas pergi ke kantor jam setengah satu, di waktu para bujang dan Pakcik-Pakcik jumatan di Masjid, saya masih bisa menemukan pemuda yang lagi duduk pacaran di atas motor di tepi jalan. Saya masih bisa memergoki pemuda-pemuda yang nongkrong sambil merokok di bengkel pinggir jalan. Saya masih bisa menjumpai pemuda pemudi berboncengan di jalan ketawa-tawa (cewenya yg bonceng bet!). Tak klaksonin kenceng2 biar pada bubar. Apalagi soal pakaian. Innalillahi,,, saya ga’ nyangka di Pulau kecil seperti ini pun ternyata ada yang bisa pake baju tapi ga niat, pake celana tapi ga muat. Kira-kira darimana mereka mendapat ini semua kalo tidak di terapi setiap hari oleh televisi, oleh media-media yang isinya cuma acara musik, gosip, dan sinetron, oleh majalah, tabloid entertainment yang isinya setali tiga uang juga.

Sempet juga sekilas lihat acara Kids Choice Awards di Global TV. Salah satu artis yg kebetulan pas saya lihat adalah si Cinta Laura dateng dengan pakaian mandi (hotpants dan kemben) bersama teman bulenya. Ya anda bayangkan. Padahal itu acara anak-anak. Seolah menunjukkan pergi keluar dengan pakaian setengah telanjang itu hal biasa, ditemani oleh yang bukan mahrom juga tak ada masalah. Begitulah anak dan pemuda-pemuda kita di doktrin dengan hal yang tak dibolehkan agama, tapi karena diterapi setiap harinya dengan tontonan yang itu-itu saja modelnya membuat mereka menjadi terbiasa, dan pada akhirnya ketika mereka melakukannya pun menjadi merasa biasa saja. Lama-lama nanti saking banyaknya artis yang hamil di luar nikah hal itu menjadi biasa juga di masyarakat kita. Tau darimana, dari tipi. Atau nanti karena keenakan di izinin artis porno maen di film Indonesia, bisa saja suatu saat, kenapa ga’ buat film porno made in Indonesia aja, ini kebebasan ekspresi katanya. Tau darimana, dari tipi. Sedemikian mewabahnya. Saya rasa umat Islam Indonesia harus punya channel televisi sendiri. Yang ga ada siaran sampahnya. Aktual dan mendidik. Yang ADIL menyiarkan pemberitaan.

Hhh~,, jadi panjang. Sekian cerita-dikit-tapi-gak-dikit-dikit-amat dari saya,,,

1 Oktober, 2009

Pemimpin yang Membawa Azab

Diarsipkan di bawah: Renungan — humaiRA Marby @ 20:10

Tugas umat, belum lagi selesaiTugas umat, belum lagi selesai

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar) Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.

(QS Al Ahzab [33]: 67-68)

Oleh : Herry Nurdi

Syaikul Islam Imam al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin pernah memberikan nasihat tentang cara berinteraksi dengan pemimpin yang zalim. “Jangan bergaul dengan para pemimpin dan pembesar yang zalim, bahkan jangan menemuinya. Berjumpa dan bergaul dengan mereka hanya membawa petaka. Dan sekiranya kamu terpaksa bertemu, jangan memuji-muji mereka, karena Allah sangat murka ketika orang fasik dan zalim dipuji. Dan barangsiapa mendoakan mereka panjang umur, maka sesungguhnya dia suka agar Allah didurhakai di muka bumi.”

Tak hanya tentang pertemuan, bahkan Imam al Ghazail mengeluarkan larangan menerima pemberian dari penguasa yang zalim. “Jangan menerima apa-apa pemberian dari golongan pembesar, meski kamu tahu pemberian itu bersumber dari yang halal. Sebab, sikap tamak mereka akan merusak agama. Pemberian itu akan menimbulkan rasa simpati (jika diterima). Lalu kamu akan mulai menjaga kepentingannya mereka dan berdiam diri atas kezaliman yang mereka lakukan. Dan itu semua telah merusak agama.”

Peringatan susulan juga diungkapkan. Sekecil-kecilnya mudharat ketika seseorang menerima hadiah dari penguasa adalah, akan muncul rasa saya terhadap mereka. “Seterusnya kami akan mendoaakan mereka kekal dan lama di atas kedudukannya. Mengharapkan orang yang zalim lama berkuasa sama seperti mengharapkan kezaliman berkepanjangan atas hamba-hamba Allah dan alam akan musnah binasa.”

Jika sudah demikian, Imam al Ghazali mengajukan pertanyaan yang luar biasa menyeramkan. “Apalagi yang lebih buruk dibanding dengan kerusakan agama?”

Setiap penguasa, selalu memiliki kemungkinan untuk berbuat zalim, kecuali penguasa yang beriman kepada Allah, berteman dan dikeliling orang-orang yang beriman pula. Mereka saling mengingatkan dan memberi nasihat, hanya demi kebaikan, dan bukan untuk kepentingan.

Tapi ketika seorang penguasa dikelilingi orang-orang yang busuk dan jahat, maka kezaliman hanya tinggal menunggu waktu untuk dirasakan. Dan ketika semua itu terjadi, kerusakan akan merajalela, kehancuran di depan mata, menggelincirkan manusia dari jalan kebenaran dan menjadikan kesesatan sebagai panutan. Karena itu, pemimpin yang zalim masuk menjadi salah satu golongan yang paling dibenci oleh Allah SWT.

Rasulullah bersabda, “Ada empat golongan yang paling Allah benci. Pedagang yang banyak bersumpah, orang fakir yang sombong, orang tua yang berzina, dan seorang pemimpin (penguasa) yang zalim.” (HR. An-Nasai)

Bahkan, Rasulullah memberikan penegasan sanksi atas para pemimpin yang zalim. Dalam Shahih Bukhari Muslim disebutkan, Rasulullah bersabda, “Tidaklah ada seseorang hamba yang Allah beri kepercayaan untuk memimpin, kemudian pada saat matinya dia berada dalam (keadaan) melakukan penipuan terhadap rakyatnya, kecuali akan diharamkan atasnya untuk masuk surga.”

Alangkah ruginya para pemimpin seperti ini. Dan alangkah malangnya umat dan rakyat yang mendapat pemimpin seperti ini.

Ketika seorang pemimpin zalim berkuasa, maka yang bertanggung jawab bukan hanya para pelaku kekuasaan; raja, kaisar, presiden bahkan gubernur dan kepala desa. Umat dan rakyat pun akan bertanggung jawab memikul beban penguasa yang zalim.

Ibnu Taimiyyah dalam karyanya Siyasah Syari’iyah mengutip sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. “Barangsiapa yang mengangkat seseorang (pemimpin) untuk mengurusi perkara kaum Muslimin sementara dia mendapati ada seseorang yang lebih layak daripada orang yang diangkatnya, maka dia telah berkhianat pada Allah SWT dan Rasul-Nya.”

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari sahabat Jabir ra, Rasulullah juga menegaskan bahwa mereka yeng memilih pemimpin dengan pamrih duniawi maka Allah tidak akan menyapa orang-orang seperti ini di akhirat nanti.

“Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak dilihat dan tidak akan disucikan, dan bagi mereka azab yang pedih. Mereka adalah; Orang yang mempunyai kelebihan air di padang pasir namun tidak mau memberikannya kepada orang yang berada di tengah perjalanan; orang yang menawarkan barang dagangan kepada orang lain setelah Ashar, lalu ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia telah membelinya sekian dan sekian sehingga lawannya mempercayainya, padahal sebenarnya tidaklah demikian; dan seseorang yang mengikrarkan kepatuhannya kecuali untuk kepentingan dunia (harta), bila sang pemimpin memberinya ia akan patuh dan bila tidak memberinya ia tidak akan mematuhinya.”

Jauh-jauh hari, sesungguhnya Allah telah melakukan proteksi agar kita tak memiliki kecenderungan hati pada orang-orang yang zalim. Sebab, kecenderungan itu akan mengantarkan kita pada azab yang pedih. “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS Huud [11]: 113)

Sungguh, seorang pemimpin sejatinya adalah sebuah perisai yang melindungi rakyatnya. Seperti sabda Rasulullah, “Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.” (HR Muslim)

Pemimpin dan yang dipimpin adalah mata rantai yang tak terpisahkan. Pemimpin lahir dari dan terpilih oleh orang-orang yang akan dipimpin. Ketika seorang pemimpin bersalah, maka bersalah pula mereka yang memilihnya. Ketika seorang pemimpin berbuat zalim, maka mereka yang memilih juga akan menanggung akibatnya.

Sungguh bukan pekerjaan ringan untuk menjaga dan menghalang-halangi para pemimpin agar tidak berbuat zalim. Orang-orang yang dipimpin harus menjaga para pemimpin dengan cara memastikan bahwa kepala negara melakukan kewajiban-kewajiban besarnya. Kewajiban pemimpin negara adalah menegakkan keadilan, memberantas kezaliman, menerapkan hukum syariat, dan bahkan kewajiban personal untuk tidak melakukan maksiat.

Umar bin Khattab ra lebih tegas lagi mengatakan, tugas seorang pemimpin adalah menjaga agama. “Pemimpin di angkat untuk menegakkan agama Allah,” kata Umar bin Khattab.

Jika kita mampu menjaga para pemimpin yang terpilih, menjadi para pemimpin yang menegakkan agama Allah, menjaga akidah umatnya, memberantas kezaliman dan menerapkan syariat, sungguh negeri ini ibarat potongan surga di dunia. Apalagi Rasulullah bersabda bahwa menasihati para pemimpin untuk taat pada Allah, adalah salah satu perilaku yang mengundang ridha-Nya. “Sesungguhnya Allah ridha terhadap tiga perkara dan membenci tiga perkara. Dia rela apabila kalian menyembah-Nya, berpegang tegug pada tali-Nya dan menasihati para pemimpin. Dan Allah membenci pembicaraan sia-sia, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya.”

Ada beberapa hal yang membuat pemimpin tergelincir pada perilaku zalim. Yang paling berbahaya adalah, ketika seorang pemimpin menuruti hawa nafsu dan mengejar kesenangan dunia. Kemudian, kolusi dan nepotisme yang tidak sesuai dengan aturan kebenaran. Para penasihat yang buruk dan teman yang jahil, juga mampu menggelincirkan para pemimpin. Jika orang-orang yang lemah dan kaum kuffar dijadikan sebagai pembantu, kehancuran tinggal menunggu waktu. Rela dan mudah terpengaruh pada tekanan internasional, juga menjadi penyebab pemimpin berlaku zalim.

Tugas umat, belum lagi selesai. Setelah terpilih, para pemimpin harus terjaga. Jika tidak, kita juga yang akan merasakan azab dan akibatnya. Sebab, keadilan seorang pemimpin adalah penawar dahaga bagi umatnya dan lebih utama dari ibadah ritual yang dilakukannya. “Keadilan seorang pemimpin walaupun sesaat jauh lebih baik daripada tujug puluh tahun,” demikian sabda Rasulullah. (HR Thabrani)

Tapi jika yang terjadi justru sebaliknya, maka sungguh keadaan yang akan menimpa. “Yang aku takuti pada umatku adalah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan,” sabda Rasulullah. (HR Dawud)

Jika pemimpin-pemimpin sesat telah memimpin, maka manusia akan berada pada penyelasan yang tiada tara seperti yang digambarkan Allah dalam firman-Nya. “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS al Ahzab [33]: 66)

Dan ketika kita sampai pada tahap itu, penyesalan paling besar pun tak akan berarti. Semoga kita adalah umat yang terbaik, dengan pemimpin-pemimpin yang shalih dan muslih. Bukan sebaliknya, umat yang dipimpin para penguasa yang zalim dan bathil. Semoga pemimpin kita tidak seperti pepatah, tongkat yang membawa rebah!

(Sumber : http://www.sabili.co.id/ –> click here )

[http://humairamarby.multiply.com/journal/item/41/Pemimpin_yang_Membawa_Azab]

25 September, 2009

Kalo akhwat naik motor,,

Diarsipkan di bawah: ATTENTION ! — humaiRA Marby @ 20:10

Kenapa memangnya kalo akhwat naik motor? Ya gapapa. Oke-oke aja. Secara yang nulis ini juga salah satu Pembalap (PEMudi berBAju LAPang – ngarang). Tulisan ini hanya sedikit saran saja (diterima Alhamdulillah, ga diterima juga gapapa), khususnya untuk akhwat pengguna kendaraan beroda dua ini. Saya kadang agak khawatir (juga risih) melihat beberapa akhwat yang bisa jadi mungkin saja ga nyadar rok/gamisnya tersingkap atau jilbab nya membentuk badan dan terbang-terbang saat mengendarai motor.

Hal ini sebenarnya bisa diakali. Buat akhwat yang memakai rok ataupun gamis bisa memakai celana bahan sebagai daleman. Celana bahan ya, bukan celana legging (yang ketat). Karena walaupun judulnya sama-sama pake daleman, tapi kalo pake legging ya sama aja kalo tersingkap, tetap membentuk pola betis/kaki kita. Ini yang membuat saya kadang risih, bukan karena akhwatnya ga’ pake daleman, tapi karena dalemannya itu lo, ketat. Celana-celana bahan gitu ga mahal kok setau ku. Soalnya di Batam yang serba mahal aja masih ada celana-celana murah seharga Rp 10.000, – Rp 20.000,- apalagi di daerah lain, pastinya lebih banyak yang lebih murah. Cari celana-celana longgar yang bahannya katun, pokoknya yang nyaman dipakai. Atau jangan juga hanya memakai kaos kaki panjang doank. Bahaya neng.

Kalo kerudung bisa kita akali dengan pake jaket. Selain dapat melindungi aurat karena efek angin yg nerbangin kerudung kita, juga bisa menutupi efek angin yg membentuk pola badan. Temen ku malah sampe pake rompi gitu dalemnya. Kalo misalnya jaraknya deket, ya usahakan aja pake jaket. Angin kan ga kenal jauh dekat.

Biasakan juga bawa kaos kaki cadangan (jaga-jaga kalo hujan – pengalaman). Aku sampe nambah box dibelakang motorku buat nyimpen semua peralatan perang. Secara belum mampu beli mobil -_-“. Bukan promosi, tapi box sepertinya bagus juga ditambahin di motor. Apalagi kita yg akhwat kan banyak peralatannya. Al-Quran, mukena, kos kaki, buku bacaan, catetan, dll. Bah, jangan-jangan aku aja ya. Tapi beneran deh jadi banyak manfaatnya.

Tapi sekali lagi. Ini cuma saran. Kedengerannya ribet ya? Bagi ku sih ngga’. Yah, pikirkan sajalah. Demi manusia, demi pimpinan, demi atasan, demi suami, demi orangtua, kita bisa melakukan hal-hal yang lebih ribet dari ini. Kenapa demi Allah kita ga bisa. Toh ini juga kan demi kebaikan kita dan orang lain yang melihatnya. Siapa lagi yang menjaga aurat kita kalo bukan kita sendiri. Allahu’alam bish showab.

[http://humairamarby.multiply.com/journal/item/40/Kalo_akhwat_naik_motor]

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.