If you can't be a poet,, be a poem,,

4 Oktober, 2009

THT (keTek, Hipertensi, dan Televisi) — [a-Gado-Gado-Tale-Story]

Diarsipkan di bawah: GadoGado — humaiRA Marby @ 20:10

[cerita nyambo ga' nyambo]

Alkisah,,,

Di suatu hari dimana yang daripada itu cuaca sangat sejuk dan awan mendung menggelayuti Pulau Cinta-Patah-Satu-Tumbuh-Empat, Gadis-Berbaju-Gak-Biru2-Amat-Juga-Gak-Abu2-Amat (GBGBJGAA) memutuskan untuk membeli minuman jahe sachet kesukaannya di warung. Sampai di warung GBGBJGAA langsung menuju barang yang ditujunya, tentu saja GBGBJGAA tak perlu bertanya lagi pada Pak-Cik-Rambut-Belah-Tengah (PCRBT) letak rak barang buruannya hari itu, secara sering beli gitu loh.

Angin makin kencang. GBGBJGAA mempercepat geraknya menuju meja PCRBT hendak membayar belanjaannya. Kemudian datanglah seorang Bujang-Yang-Tangan-Cewe’nya-Ada-di-Keteknya (BYTCAK) bersama dengan Cewe-nya-Yang-Kelihatannya-Memakai-Baju-dan-Celana-Adeknya (CYKMBCA). Entah karena BYTCAK itu takut cewe’nya lari atau mungkin cewe’nya yang kedinginan, jadi ketika dia mau ngambil duit di dompetnya, tangan si cewe’ yang tadinya di genggam di tangannya, dipindahin ke keteknya. Mata GBGBJGAA tak sengaja bertabrakan dengan pemandangan yang cuma 3 meter dari tempat ia dan PCRBT yang sedang menghitung kembalian duitnya. Baru liat yang model kek begitu jadi GBGBJGAA agak terkesima.

BYTCAK             : nape ngko lihat-lihat kesini he ?

GBGBJGAA        : *mengernyit* kalo ga’ mau kelihatan jadi setan aja *kalem*

BYTCAK             : enak betol cakap ngko bla bla bla,,, @#$%&@%!##$#@

CYKMBCA          : *merengot*

GBGBJGAA        : *pergi*

PCRBT              : *mesem*

Kesimpulan :  Menyempilkan sesuatu di ketek ternyata dapat menyebabkan hipertensi. Apalagi kalau barang haram. (mohon diteliti)

*Cerita dan tokoh di atas hanyalah fiktif belaka. Sampah Sumpah!

Cerita-dikit-tapi-gak-dikit-dikit-amat :

TVTernyata dampak televisi itu sangat merusak-sak-sak. Alat-Konspirasi-Paling-Ampuh dibanding tank-tank nya Israel. Salah satu penyebab dekadensi moral yang terjadi di Indonesia, dunia. Mbah kos ku cerita, dulu tak ada perawan-perawan tu pakai celana jeans ketat sampe bokongnya sesak di Pulau Kecil ini. Keluar dengan anak bujang pun pantangnya minta ampun. Tak macam sekarang. Jangankan Mbah. Saya yang pendatang aja geleng-geleng kepala. Walo sebenarnya saya juga sering banget nemuin di Batam. Rasa-rasanya gaya hidup artis plus pakaian-pakaiannya mereka tiru blas. Para pemuda-pemuda kita, entah itu di kota atau di kampung udah menjadi korban dari perusakan media Televisi.

Belum lagi melihat gaya pacaran mereka. Hari jum’at pas pergi ke kantor jam setengah satu, di waktu para bujang dan Pakcik-Pakcik jumatan di Masjid, saya masih bisa menemukan pemuda yang lagi duduk pacaran di atas motor di tepi jalan. Saya masih bisa memergoki pemuda-pemuda yang nongkrong sambil merokok di bengkel pinggir jalan. Saya masih bisa menjumpai pemuda pemudi berboncengan di jalan ketawa-tawa (cewenya yg bonceng bet!). Tak klaksonin kenceng2 biar pada bubar. Apalagi soal pakaian. Innalillahi,,, saya ga’ nyangka di Pulau kecil seperti ini pun ternyata ada yang bisa pake baju tapi ga niat, pake celana tapi ga muat. Kira-kira darimana mereka mendapat ini semua kalo tidak di terapi setiap hari oleh televisi, oleh media-media yang isinya cuma acara musik, gosip, dan sinetron, oleh majalah, tabloid entertainment yang isinya setali tiga uang juga.

Sempet juga sekilas lihat acara Kids Choice Awards di Global TV. Salah satu artis yg kebetulan pas saya lihat adalah si Cinta Laura dateng dengan pakaian mandi (hotpants dan kemben) bersama teman bulenya. Ya anda bayangkan. Padahal itu acara anak-anak. Seolah menunjukkan pergi keluar dengan pakaian setengah telanjang itu hal biasa, ditemani oleh yang bukan mahrom juga tak ada masalah. Begitulah anak dan pemuda-pemuda kita di doktrin dengan hal yang tak dibolehkan agama, tapi karena diterapi setiap harinya dengan tontonan yang itu-itu saja modelnya membuat mereka menjadi terbiasa, dan pada akhirnya ketika mereka melakukannya pun menjadi merasa biasa saja. Lama-lama nanti saking banyaknya artis yang hamil di luar nikah hal itu menjadi biasa juga di masyarakat kita. Tau darimana, dari tipi. Atau nanti karena keenakan di izinin artis porno maen di film Indonesia, bisa saja suatu saat, kenapa ga’ buat film porno made in Indonesia aja, ini kebebasan ekspresi katanya. Tau darimana, dari tipi. Sedemikian mewabahnya. Saya rasa umat Islam Indonesia harus punya channel televisi sendiri. Yang ga ada siaran sampahnya. Aktual dan mendidik. Yang ADIL menyiarkan pemberitaan.

Hhh~,, jadi panjang. Sekian cerita-dikit-tapi-gak-dikit-dikit-amat dari saya,,,

& Komentar »

  1. tenang ra, tar anak kita klo brani2 pake kemben keluar, dikeplak aja!

    Komentar oleh tari — 4 Oktober, 2009 @ 20:10

  2. Setuju… sudah layak kalu tayangan tv sampah diboikot.

    Komentar oleh refa — 7 Oktober, 2009 @ 20:10


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.