Sebelumnya saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas korban ledakan bom di hotel JW. Mariott dan Ritz Carlton, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan serta ketabahan, dan semoga juga pelaku yang dihukum adalah orang yang benar-benar bersalah, mendapatkan proses peradilan yang tidak tendensius dan tidak dibaui oleh kepentingan Asing. Aamiin.
Tulisan ini hanya sisi lain yang saya tangkap dari kejadian ini. Selain banyak yang menyesalkan pemboman tersebut, ternyata tak kalah banyak juga yang begitu khawatir kalo-kalo MU ga’ jadi mampir ke Indonesia. Ga’ di kantor, ga’ tetangga, ga’ di dunia maya, selain mengutuk pengebom, ternyata juga ada umpatan bunyinya beda-beda tipis “awas aja kalo MU sampai ga’ jadi ke Indonesia.” Mungkin berefek, tapi tidak pada rakyat yang masih mencak-mencak dengan harga buku sekolah yang mahal. Dateng terserah, ga’ dateng yo wes. PLN tetep mati idup, harga telur tetep ga’ turun, kata mbah di kosan ku.
Dan tentang pengamanan. Ingat waktu si Bush dateng ke Indonesia. Pengamanan diperketat sampai berlapis-lapis. Bahkan duit Negara dipakai untuk membuat landasan helikopter khusus untuk penjahat perang ini. Padahal rakyat lebih butuh. Same-case dengan kedatangan MU. Keamanan diperketat berlapis-lapis. Pokok-e kalo orang asing dateng ke Negara ini insyaAllah keamanan terjamin, namber wan! Beda dengan nasib sodara-sodara kita yang nyari rezeki or belajar di luar negeri. Susahnya minta ampun minta perlindungan dari Negara sendiri.
Gara-gara ini juga nama Nurdin M. Top naik daun lagi. Tapi yang di ganyang malah bukan Nurdin nya, tapi Malaysia. Kompor menyala, suhu yang udah panas tambah panas. Kejadian pengeboman ini udah lari kemana-mana. Dari kasus TKI Indonesia yang bernasib naas ditangan warga Malaysia yang ga’ waras, WNI yang disana dikata-katain Indon, perebutan pulau, sampai pengerokan pasir di wilayah kepulauan Riau terangkat kembali. Padahal kapal-kapal Singapore melalang bebas ngerokin pasir Batam, tapi adem ayem. Apa karena Singapore tangan Israel di Asia? Terus kapal patroli Negara kita kemana? Jangan hanya nyalahin satu pihak. Kenyataannya banyak dari manusia-manusia Indonesia yang menjual bangsa sendiri.
Dan sudah jadi kebiasaan Negara ini, selalu ada pihak yang akan dijadikan kambing hitam, akan banyak muncul orang-orang yang suka asbun, dan akan muncul komentator-komentator dadakan yang unjuk bicara dari birokrat sampe paranormal, padahal baru satu hari, tapi sudah berani mengambil spekulasi kesana kemari. Bener syukur, salah malah jadi fitnah. Berkacalah! Pasti ada sesuatu yang harus kita perbaiki dari musibah-musibah yang menimpa. Allah menyediakan free-hikmah dari setiap musibah. Allahua’lam bish showab.






.jpg)






RSS - Posts
halah, plg2 ‘di blkg’ ada cia ato mossad. lagu lama!
Komentar oleh tari — 18 Juli, 2009 @ 20:10