If you can't be a poet,, be a poem,,

15 Juni, 2009

FACEBOOK : Dulu ditendang, Kini disayang (PROPAGANDA MEMBENCI ULAMA)

Diarsipkan di bawah: Sebuah catatan — humaiRA Marby @ 20:10

Menyambung postingan sebelumnya ikhwal kontroversi haram/halal facebook, dan juga karena rasa kesal saya akibat banyaknya oknum-oknum yang asal kecam tanpa tau hasil keseluruhan dari forum Bathsul Masail Putri (BMP) XI yang membahas facebook dan media jejaring sosial lainnya.

Forum ini dirumuskan oleh 700 delegasi yang terwadahi dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FKP3) se-Jawa Madura. Menghasilkan beberapa poin dari beberapa pokok bahasan diantaranya yaitu mengenai media jejaring seperti 3G, chatting, friendster, facebook dan sejenisnya membuat keakraban dan kedekatan hubungan lawan jenis nyaris tak terbatas.

Juru bicara Bathsul Masail, Nabil Haroen, menegaskan forum ini tidak pernah mengharamkan jejaring facebook. “Kami hanya mengharamkan penggunaannya jika merangsang atau menimbulkan syahwat,” jelasnya.

Kritikan-kritikan yang muncul banyak bermuatan asal lontar tanpa kepahaman akan keseluruhan hasil keputusan. Terutama di dunia maya. Beberapa komentar yang saya kutip dari sebuah majalah :

Seorang yang mengaku bernama Caramba memosting sebuah komentar,” Bodoh sekali yang bilang facebook haram. Sok kudus. Ato jangan-jangan nggak punya duit untuk internet kali. Busyet amat ya, sedikit-sedikit haram. Mau jadi apa nantinya. Kembali aja ke hutan sana, hidup bersama monyet.”

Ada lagi seorang blogger yang berinisial JJ berkomentar,” Walaupun gue Muslim tapi gue paling ga’ suka sama ulama-ulama tua yang pemikirannya masih kolot and kampungan kayak gitu. Apa jangan-jangan mereka pada sirik karena ga’ bisa punya facebook, yah?”

Komentar-komentar lainnya :

“Ulama-ulama yang mengharamkan facebook itu orang-oang yang ga’ ngerti teknologi, jadi kampungan gitu deh. Jadi ngiri”

“Kalau apa-apa aja dalam Islam dilarang, lama-lama orang-orang Islam bisa pindah agama deh.”

“Jadi kalau yang bukan MUI silahkan saja. Kalau saya pribadi, haram bagi saya jika saya menuruti fatwa MUI”

Seorang blogger lagi yang berinisial G menyebut bahwa dari informasi yang ia dapat, alasan pengharaman itu adalah karena banyaknya perselingkuhan yang terjadi akibat jejaring social ini,” Berarti para pakar MUI emang suka selingkuh dari facebook, ya?”

Yang perlu diketahui adalah bahwa forum ini merupakan pertemuan rutin yang dihadiri 700 delegasi santri putri, BUKAN ulama, kiai, atau bahkan MUI. Dan mengenai pengharaman, sebenarnya yang dibahas disini adalah aktivitasnya, bukan bendanya.

Apa daya. Opini telah terbentuk. Ulama dihujat habis-habisan oleh mereka yang ngakunya ngerti agama dan teknologi. Sudah menghujat, salah sasaran pula. Tentunya media, terutama infotainment, sangat berperan penting dengan kesalah-tangkapan ini. Di salah satu infotainment beberapa artis diwawancarai mengenai fatwa haram facebook. Nah, nah! Judulnya aja sudah salah, “fatwa haram facebook”. Yang ditanya pun (artis) ga’ tau apa-apa mengenai inti permasalahannya. Parahnya lagi masyarakat kita paling rajin nonton infotainment. Bacaan para pemuda pun ga’ jauh-jauh dari majalah-majalah dengan kiblat ke negerinya Barrack Obama. Berita ditelan tanpa klarifikasi. Ya blas! Opini yang beredar pun ngalor-ngidul ga’ jelas. Media kita kaya’nya punya kebiasaan nglaporin hal-hal yang ga’ berisi dulu, udah heboh baru dilaporin yang bener. Ruginya pihak yang ga’ bersalah terlanjur di cap negatif. Nyari sensasi, kalo ga’ gitu yang ga’ laku, katanya.

Mungkinkah ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengadu domba ulama dengan ummat? Pasalnya bolak-balik perihal yang sama terjadi. Misal rokok, baru tahap pembahasan saja pemberitaan oleh media massa dan televisi sudah amburadul ga’ karuan, lagi-lagi yang dihujat ulama. Islam dianggap agama yang mengekang dan “apa-apa salah”. Dan hasil sebenarnya pun penggunaannya haram jika di tempat umum. Sementara opini yang berkembang sepihak. Ya wajar tho itu jadi masalah. Lha rokok mu itu kalo cuma ngrusak situ aja ya ndak papa. Lha ini orang yang ndak ngikut “bakar duit” juga ketiban rugi nya.

Saya sendiri, alasan tidak menggunakan facebook ini karena tidak ingin menambah lagi daftar barang atau jasa apapun buatan yahudi dalam list kebutuhan saya (udah pernah saya post bulan februari lalu), bukan soal halal haram. Setidaknya kita meminimalisir penggunaan made in yahudi jika tidak bisa meniadakannya sama sekali. Jika membahas hubungan lawan jenis ataupun sesama jenis yang berlebihan –lewat media apapun dengan alat apapun- ya jelas haram hukumnya dalam Islam. Apalagi sampai membangkitkan syahwat. Laa taqrabu zina,, jangan dekati zina. Zina aja dilarang didekati apalagi dilakukan.

Kalau ga’ perlu, ga’ urgent, ga’ penting ya buat apa dibuat. Nambah kerjaan. Ini bukan pembelaan “kalo penting gapapa mbikin facebook”. Soalnya salah satu teman saya yang bekerja di salah satu perusahaan operator selular di wajibul-kudu-kan oleh perusahaannya untuk mbikin pesbuk. Aja-aja ada peraturannya. Mbok buat peraturan “agar seluruh staf wanita yang beragama Islam untuk menggunakan jilbab” (misalnya lho).

Sebelum kontroversi halal haram ini meledak di media, saya ingat pernah mendapat beberapa messages dan e-mail dari beberapa rekan aktivis tentang facebook ini juga. Bedanya bukan tentang halal haram nya, tapi tentang “ke-Israel-an pesbuk” ini. Intinya mereka menganjurkan memakai facebook dan meng-upload foto sebanyak-banyaknya agar server (atau apalah namanya) semakin berat, sehingga pesbuk kolaps ibnul ancur. Saran ga’ solutif. Kan lucu, setau saya kalo makin berat ya nambah space. Dulu friendster juga gitu. Batas upload photo dihitung dengan jumlah foto, seingat saya kapasitas nya dulu cuma 50 buah. Sekarang kita bisa upload foto sampai 1 Giga. Nah kalo gini siapa yang gaptek?? Yang ada bukan pada mberat-berati facebook, malah bablas jadi penggiat facebook.

Juga yang alasannya “kan ga’ ngklik iklannya”. Semakin banyak yang daftar ke pesbuk bin Israel itu justru semakin banyak iklan yang ada. Makin banyaklah pemasukam facebook. Makin banyaklah kucuran dana untuk Israel. Ga’ perlu ngklik. Sama kaya’ sinetron di TV (ini contoh dari teman blogger saya), makin banyak pemirsanya, ya makin banyak iklannya. Apa gara-gara kita ngklik iklan di TV itu pemasukannya nambah? Ya ngga’ lah, tapi karena kita menontonnya. Iklannya makin banyak. Pemasukannya juga makin banyak. Tanpa kita pakai barang yang diiklankan sekalipun.

Dulu, pas si gendheng Israel membabi-buta menggempur Gaza, rame-rame turun ke jalan berteriak boikot Israel! Save Palestine! Lha sekarang? Rasa-rasanya nunggu Israel jatohin bom dulu di Jakarta baru pada nyadar. Kok Jakarta sih Ra? Ya kalo yang digempur Poso dijamin pasti pada ga’ sadar-sadar. Lha kemarin Muslim Poso habis dibabat aja yang mudeng cuma sa’iprit. Ummat sudah ditampar bolak-balik ga’ nyadar2. Mau ditampar berapa kali?

baca juga ini :
http://satrion.wordpress.com/2009/02/16/tidak-lagi-ber-facebook-ria/

“facebook memiliki semua data yang kita unggah ke layanan mereka selamanya, Artinya facebook dapat menggunakan foto anda yang sedang tersenyum manis untuk iklan mereka tanpa membayar anda, atau menjual foto tersebut karena memiliki hak, sebelumnya facebook juga mengundang banyak tentangan mengenai gagasan mereka untuk menguangkan data penggunanya, belum lagi berita Pendiri Facebook mencuri ide teman kuliah nya.”

& Komentar »

  1. Lanjutkan!!
    Bagus ra, sy suka dg ke-konsisten enti. Pemikiran yg strike kl gk mau di bilang galak, lurus dan smg istiqomah. Kita mgkin sdkit brbeda ttg bbrpa pmikiran, tp sy mnghormati ide2 dn pmikiran enti. Ok.

    Salam bahagia, Ahmad s

    Komentar oleh Ahmad s — 15 Juni, 2009 @ 20:10

  2. go..go.. miss ira..!!!!

    Komentar oleh soegie — 16 Juni, 2009 @ 20:10

  3. bismillah…..
    iya yach……?
    knapa dunia ini mudah dibolak-balikkan segala sesuatunya?????…..

    dan hanya balik kepada tatanan ISlam-lah kita kan terselamatkan….

    Aha, ana juga sempet pake FB, tapi alhamdulillah sekarang gak bisa di buka laghi…..
    aaha….
    syukron pengkhabarannya….

    Komentar oleh dek virdaus — 16 Juni, 2009 @ 20:10

  4. subhanallah… i loph yu lah! kita sama2 gak mo latah. hidup akhwat keren!!!!!! (eh, tukeran link yuk!)

    Komentar oleh tari — 24 Juni, 2009 @ 20:10

  5. klo udah mau ngepesbuk add saya ya! hoho,,

    Komentar oleh Dhimas L N ---- (^-^)v — 27 Juni, 2009 @ 20:10

  6. atur lagh ra……

    Komentar oleh Cak PepeNk — 22 Juli, 2009 @ 20:10

  7. sy dan beberapa temen saya di kampu kak
    suka dikatein
    “hari gini gak punyaFB???”

    Komentar oleh rahayu dian — 24 Juli, 2009 @ 20:10

  8. Alhamdulillah…aku salah satu yang ikut untuk keluar dari Facebook..setelah baca Blog Anda…
    Terimakasih sudah mengingatkan…dan terus terang sekarang aku makin mantap untuk tidak memakai Facebook..sekaligus ‘Mengharamkannya”…
    Maaf buat yang masih kurang setuju…
    Hati saya udah mantap sekarang..
    Bahkan istri saya dan saudara saya juga ikut membaca dan langsung menghapus account facebook…
    Terimakasih Ira…
    Alhamdulillahirrabilalamin….

    Komentar oleh siloinator — 6 Agustus, 2009 @ 20:10


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.