If you can't be a poet,, be a poem,,

22 April, 2009

Apakah Allah mencintaiku?

Diarsipkan di bawah: Renungan — humaiRA Marby @ 20:10

Satu waktu, saat kereta api masalah menghampiri, yang kita tanya, “dimanakah Allah?” Apakah Allah mencintaiku?” Jika pertanyaan itu terbit di ufuk hati, mari ingat kembali. Ingatlah di saat-saat kita rela berkorban demi seseorang tapi kita sangat susah mengorbankan sedikit waktu saja untuk-Nya. Dan Dia tetap memberikan seseorang untuk mencintai kita, tetap memberikan Ayah Ibu yang merangkul kala haru biru hati kita. Ingatlah ketika maksiat yang dibenci-Nya kita lakukan, tapi Dia tetap sabar mengingatkan kita. Dia yang tetap Maha Sabar dan Maha Lembut, mengatur apik aliran darah ke seluruh tubuh, mengizinkan jantung untuk setia memompa, dan menjaga tangan dan kaki saat melangkah. Ingatlah nikmat-nikmatnya yang sering terlupa oleh kita.

Ya, ingatlah kembali, ketika kita jarang menghadap-Nya tepat waktu bahkan tak pernah menghadap-Nya sama sekali, tapi Dia tetap memelihara langkah-langkah kita dari rumah hingga tujuan dan memberi teman-teman yang menyayangi kita. Ingatlah ketika kita lebih sering melakukan sesuatu yang tak disukai-Nya, tapi Dia tetap menjaga penglihatan dan pendengaran agar tetap berfungsi dengan baik. Ingatlah lagi, ketika sebagian besar atau mungkin hampir semua waktu yang kita miliki jarang kita gunakan untuk bertemu dan mengingat-Nya, tapi semua waktu-Nya untuk memperhatikan kita. Ingatlah kembali, saat kita sering lupa pada-Nya, tapi Dia selalu mengingat kita setiap saat.

Masihkah kita bertanya “Apakah Allah mencintaiku?”

(senantiasa dalam muhasabah diri)

& Komentar »

  1. assalamu’alaikum wr wb….
    begitu besar nikmat yang terkadang kita melupakan,bukan terlupakan….dan kita tidak menyadari nya kalau tanpa itu semua kita tiada arti sama sekali.
    karena mengharapkan cinta kepada Allah SWT nabi Daud as selalu berdo’a mengharap cinta Allah dan cinta orang-orang yang mencintai Allah SWT,seprt yang dinyatakan dalam sebuah riwayat:• Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)
    juga nabi syu’aib yang menangis berpuluh2 tahun hanya karena betapa rindunya beliau untuk bertemu dan berada di sisi sang maha agung….
    jadi,kita yang hanya manusia biasa yang tempat nya salah dan khilaf,bukan golongan ma’shum seperti para nabi dan rasul….marilah kita mengharap cinta dan memohon cinta Allah SWT,bukan sibuk bertanya apakah Allah mencintai kita???

    Komentar oleh kiddy'soe — 26 April, 2009 @ 20:10

  2. assalaamu’alaikum wr wb,

    pa kabar mba ira, mg2 sukses selalu dan tetap istiqomah di jalan Allah. salam utk kawan lainnya

    aaa

    Komentar oleh aaa — 26 April, 2009 @ 20:10

  3. Laa ‘iisya illa ‘iisyul fil aakhiroh… :-)

    Komentar oleh putra purnama — 27 April, 2009 @ 20:10

  4. ya pastilah allah mencintai kita semua,selagi umatnya itu gak lupa kepadanya dan selalu bertaqwa kepadanya

    Komentar oleh yang benar kok dianggap salah.. — 1 Mei, 2009 @ 20:10

  5. assalaamu’alaikum wr wb,

    apa kabar mba ira !!!!
    wah, ini ane baru browsing gak sengaja ketemu blognya mba ira!!!
    Artikelnya bagus – bagus !!!
    Semoga tetap exis dan istiqomah !!!
    Kapan kita bisa berkumpul lagi ya…..
    dengan mas en, apiz, beni dan kawan imm lainnya?he3x
    Kita sering ngumpul membicarakan imm ke depan ….
    mungkin sharing dan kontribusinya untuk adik – adik imm sangat bermanfaat?

    oh yaa bgm kabarnya dengan citra ? Salam untuk kawan2 di KAMMI.
    udah dulu ya ….? jazakillah

    Komentar oleh a — 1 Mei, 2009 @ 20:10

  6. :-)

    Komentar oleh akbar — 7 Mei, 2009 @ 20:10


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.