If you can't be a poet,, be a poem,,

18 April, 2009

Dekat di mata, Jauhkah di hati?

Diarsipkan di bawah: Renungan — humaiRA Marby @ 20:10

Waktu kecil (atau mungkin saja sampai sekarang), kalau ditanya tentang keajaiban dan keindahan di dunia ini, mayoritas akan menjawab ; menara eifel, Borobudur, Taman Bergantung Babylonia, Taj Mahal, Pegunungan Alpen dan sebagainya. Tempat2 indah nun jauh namun terasa dekat di mata dan hati. Memang indah tak disangkal. Namun ada keajaiban dan keindahan yg terkadang begitu dekat, tapi justru tak tertangkap oleh indra kita. Keindahan2 dan keajaiban yang tak hanya sebatas bentuk, tak sebatas kemegahan.

Padahal, dari kesederhanaan sebenarnya kita bisa menemukan keindahan dari hal2 yg diciptakan-Nya, bersua dengan keajaiban2 yg Allah sisipkan dalam setiap lembaran hidup kita.

Sebuah episode pendek. Setelah saya selesai membeli beberapa keperluan di Plaza Batamindo Mukakuning, saya pulang melewati jembatan penghubung antara plaza dan jalan raya. Seorang anak jalanan melewati langkah saya menghampiri temannya di ujung jembatan.

A : Kamu dah dapet berapa?

B : 2000, kamu?

A : aku baru 1000. Ya udah, kamu makan aja dulu.

B : ga ah. Masa’ aku makan kamu ga’ makan.

Degh! Sebuah episode pendek yg berhasil membisukan kebisingan di sekitar telinga saya. Sebuah keindahan yg tertutup oleh kebisingan kota.

Dan lihatlah kaki2 bayi. Jemari mungil yg suatu saat perlahan beranjak besar, seperti jemari kita, dewasa berpijak. Ya, jemari kita dulu sekecil itu. Keindahan kuasa-Nya yg kadang tak tertangkap oleh mata kita. Indah.

Lalu cumulusnimbus, cumulus, altostratus, cirrus,,, tingkatan awan tepat di atas kepala kita. Bergerak bertukar tempat tanpa saling menyakiti. Indah.

Seorang Ayah pedagang kaki lima yg sedang mengajarkan jagoan kecilnya bermain gitar. Indah.

Seorang suami yg sedang menemani istrinya yg sedang mengandung jalan2 sore. Harapan2 mereka terpancar. Indah.

Mereka yg bergerak di jalan-Nya. Bahu membahu, kesakitan saudaranya yg lain adalah kesakitan baginya juga. Indah.

Rintik-rintik hujan yg menyentuh tanah. Indah.

Semuanya dekat di mata, namun dekatkah di hati kita?

(selalu dalam rangka perbaikan diri)

& Komentar »

  1. Tetap semangat Kakak Ku !!

    Miss U..

    Dimanapun kakak berada, semoga selalu dalam lindungan-Nya

    Luv U so Much..

    Komentar oleh Desy — 18 April, 2009 @ 20:10

  2. lagi baik-baik aja kan ka…???
    takut kakak kenapa-kenapa…
    jadi kakak yang aneh…

    Komentar oleh captain Gi — 20 April, 2009 @ 20:10

  3. saya suka tulisan anti … sejuk dan mmenyejukan. Salam serumpun

    Komentar oleh muharrikdaie — 22 April, 2009 @ 20:10

  4. nice posting ukhti^_^
    insya Allah,, Allah selalu melindungi ukhti dimana pun brada,,
    ttp semangat,,

    Komentar oleh icha — 28 April, 2009 @ 20:10

  5. menyentuh kak…..

    terus menulis ya….

    Komentar oleh azizah_nazi — 5 Mei, 2009 @ 20:10

  6. hanya satu kata buat lo Ra….
    KEREN….

    Komentar oleh andi krenisky — 17 Juni, 2009 @ 20:10

  7. Wahai Mujahidah yang Semangat dalam Menobarkan Api jihad di manapun dirimu Berada…
    Teruslah Dirimu merangkai Kata dalam Ranah Jihad mu di manapun Engkau Berada…
    Sesungguhnya Hari ini Ummat telah Menanti Perubahan Apa yang di tawarkan Kepada Kita…

    Komentar oleh Yudhidtira — 3 Juli, 2009 @ 20:10

  8. Assalamualaikum, tetap semangat berjuang dijalanNYA, SurgaNya menanti …

    Komentar oleh bumi — 8 Agustus, 2009 @ 20:10


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.