PKS (Partai Keadilan Sejahtera) memang PKS (Partai Kebanyakan Singkatan). Satu lagi singkatan yang akan saya sematkan pada partai ini, PKS (Partai Kecolongan Suara).
Masih terkait dengan Pemilu 9 April lalu. Satu lagi alasan kenapa Golput : karena ga’ terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap), entah itu terlupa atau memang disengaja. At least tahun ini saya dan keluarga terpaksa harus Golput alias Gonani. Pun setelah nguber2 panitia ke TPS, tetep status “anda ga’ bisa nyontreng”.
Mengherankan. Tanggal 7 April saya pulang dari Jakarta, dan besoknya baru dapet kabar kalo saya ga’ terdata di DPT. Mba’-mba’ yang satu rumahnya ada 12 orang juga ga’ jauh beda nasibnya (1 rumah guru TK semua + tempat penitipan anak), semuanya ga’ terdaftar. Padahal udah bertahun2 disana. Sama halnya dengan 6 orang Mas-mas yang juga 1 rumah, ga’ terdaftar juga. Ini baru yang terdeteksi.
Tapi yang paling ga enak ya keluarga saya. Belasan tahun tinggal tetanggaan dengan RT yang sekarang, depanan lagi, bisa2nya ga’ terdaftar. How come? Padahal udah saya ingetin sebelumnya melalui Ibu saya.
Anehnya, semua yang tidak terdaftar ini Kader PKS (Partai Kekurangan Spanduk). Walhasil dalam 1 TPS saja PKS sudah kehilangan lebih dari 20 suara. Apakah ini makar atau hanya suatu kebetulan,, Allahua’lam bish showab,,






.jpg)






RSS - Posts
Wah, saya juga gak m1l1h thn ne….
Komentar oleh Fahrisal Akbar — 12 April, 2009 @ 20:10
PKS itu gak penting!! Berjalan saja seiring waktu dan tetap mentarbiyah ummat. Soal tidak memilih. Allah maha tahu.
salam ukhuwah,,
Komentar oleh mujahidallah — 12 April, 2009 @ 20:10
lagi ribut soal DPT…, pak RT atau RW atau KKPS di TPS setempat pastilah enggak bisa berbuat apa apa…wong data itu udah baku dari KPU…terlepas dari bagaimana data itu sampai begitu..? ya mari berdoa semoga pilpres nanti KPU mau merevisi data DPT…info yang di dengar sih DPT legeslatif ini akan di jadikan acuan unutk pilpres…
Komentar oleh hmanginsela — 13 April, 2009 @ 20:10
assalamualaikum wr wb.
gak terdaftar ya…???kok bisa???sayang dong suaranya.memang sih ketika kita bersemangat tuk mendorong orang lain tuk menggunakan hak suaranya dengan mendaftar pemilu ternyata kita lupa dengan diri kita, keluarga kita, saudara kita atau tetangga2 kita apakah sudah terdaftar atau belum.kita lupa tuk sekedar ngirim SMS kekeluarga yang jauh apakah sudah mendapat kartu pilih atau belum.but tenang aja, ini semua belum selesai.kita jadikan ini pelajaran agar lebih berhati2 lagi di pilpres ataupun pemilu selanjutnya.ya…gak ada yang perlu disalahkan, kita jadikan sebagai muhasabah diri tuk lebih baik lagi kedepan.
Komentar oleh FAHMY — 13 April, 2009 @ 20:10
sistem pendataan yang amburadul, terjadi kemunduran, karena tahun 99 jauh lebih bagus soal DPT.
Komentar oleh sunarnosahlan — 14 April, 2009 @ 20:10
nah itu dia, kayaknya yang di pakai adalah data DPT tahun 1999….wah wah wah pantesan tetanggaku yang dah ningggal 5 tahun lalu kok masih masuk DPT. iiiihhh sereeemmm, kalo dia bener2 datang tuk nggunain hak pilihnya…bisa2 gempar tuh TPS.
Komentar oleh JABRIG — 15 April, 2009 @ 20:10
wh , golput dong ukh.
ck ck.
bisa kena fatwa haram tuh.
hehe
Komentar oleh Mahasiswa Untuk bangsa — 16 April, 2009 @ 20:10
ass…
memang sistem demokrasi merupakan sistem yg penuh dengan masalah dan gk di ridhoi Alloh, pantes aja banyak masalah dan bikin sengsara umat, udah mahal, hasilnya itu2 juga….saatnya MUI ngeluarin fatwa haram untuk sistem yg satu ini…..Berani gk MUI????????????????
saatnya kembali pada Islam
Komentar oleh raf — 24 April, 2009 @ 20:10
ana juga absen pemilu legislatif kemarin, krn sedang di atas kapal antar pulau di kabupaten kepulauan mentawai, dalam rangka tugas dari PKS (Partai Keuangan Sulit) juga. Partai2 lain naik speed boat, PKS naik kapal kayu dalam pelayaran yang jarak tempuhnya antar pulau yang satu dengan pulau yg lain 9 jam, mana banyak ikan Hiunya lagi mengiringi perjalanan, maklumm, Samudra Indonesia… Klo Kepri kan cuma Selat Malaka aja… Tapi apapun keadaannya, Dakwah harus tetap jalan… Keep our Bashiroh…
Komentar oleh Rudi Ikhwan — 13 Juli, 2009 @ 20:10