"Wal tanzhur nafsun maa qaddamat li ghad…" Perhatikan sejarahmu untuk hari esokmu….. [QS. Al-Hasyr : 18]

6 Februari, 2010

IT’S A FREEDOM OF EXPRESSION

Diarsipkan di bawah: ATTENTION ! — humaiRA Marby @ 20:10
Tags:

5 Februari, 2010

………………….

Diarsipkan di bawah: Sebuah catatan — humaiRA Marby @ 20:10

_________________________________________________________________________

NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA

Diarsipkan di bawah: Sebuah catatan — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , , , ,

oleh : ARKILAUS ARNESIUS BAHO, Januari 2010

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak..!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. http://berita.liputan6.com/progsus/200209/41945/ class=%27vidico% 27

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwiraAngkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS per tahun.

Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia..!!

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang..!!!

Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.

Source : http://beatyourdreams.multiply.com/journal/item/803/emas_papua_…

4 Februari, 2010

Setan Zaman Sekarang Cantik-Cantik Ya…

Diarsipkan di bawah: ceritapunyacerita — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , ,

Sebuah komentar dari rekan kerja saya di kantor. Membuat kami yang disekitarnya tertawa kecil dan geleng-geleng kepala. Komentar yang lumayan pedas aslinya.

Waktu itu saya kebagian dinas pengamatan siang. Orang-orang kantor yang rumahnya sebelahan dengan kantor datang buat nonton, ada juga yang memang sedang menyelesaikan tugasnya, termasuk saya. Maklum saja, rata-rata kami adalah orang jauh, jadi ga’ punya TV. Jadinya lagi dengan besar hati kami harus rela berbagi TV 14 inchi untuk lima orang dengan sepuluh mata.

Aslinya lagi semua yang di depan TV itu suntuk semua. Ya gimana ngga’, tiap ganti channel siarannya sama, Reality Show. Naasnya isinya pun sama, penyelidikan kasus perselingkuhan keluarga. Tak tau nyata atau tidak, karena memang susah dibedakan, masalah keluarga benar-benar ditelanjangi habis-habisan di depan ratusan juta mata. Akhirnya remote TV yang ada di tangan rekan saya pun berhenti di satu channel. Sama lah, tentang perselingkuhan juga. Sampai disini yang mau menguap lebar-lebar silahkan.

Ceritanya tentang suami kawin lagi yang meninggalkan anak dan istrinya. Parahnya saat anak dan istrinya datang ke rumah sang suami dan istri muda nya, si anak dan istrinya ini di usir oleh istri muda sang suami, juga suaminya. Salah satu rekan saya pun berkomentar, “Setan zaman sekarang cantik-cantik ya.” Komentar ini sebenarnya ditujukan pada istri muda sang suami di Reality Show tersebut, saking dramatisnya ‘pertunjukan’ pengusiran tadi. Kami yang mendengarkan tertawa kecil, miris.

Pastinya setan tak cuma cantik-cantik saja. Ada juga yang tampan, jelek, kaya, miskin, bodoh, ‘terhormat’, berpendidikan, pejabat, ‘agamawan/ti’, politikus, dll. Dan untuk yang kategori kelas atas, agak susah memberantasnya. Pastilah sudah tau ceritanya. Benar-benar setan berkelas.

Saya jadi ingat sebuah cerita pendek yang pernah saya baca. Sebuah ‘sindiran-halus-tapi-pedas’ yang dibalut penulisnya dalam sebuah cerita. Baca sendiri aja deh di tempat Kak Ida –> http://akhwatzone.multiply.com/reviews/item/36. Panjang kalo disalin lagi di mari. Judulnya “Iblis pun Ngambek”, karangan Indra Tranggono. Ngambek gegara kerjaannya semua di’jarah’ manusia.

Welcome to The New World Order,,, =]

2 Februari, 2010

Kita?

Diarsipkan di bawah: Renungan — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , ,

Membaca al Quran, seharusnya menjadi salah satu perhatian penting dalam kehidupan umat Islam. Tak perlu waktu khusus, tapi justru menjadikan semua waktu sebagai waktu-waktu utama membaca petunjuk kehidupan ini. Kapanpun, dimanapun, ketika kesempatan itu datang, mari membaca al Quran.


Tuhan, Dimana Fathimatuz Zahra Sekarang?

Diarsipkan di bawah: Keluarga — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , , ,

Dunia masih mengenangnya. Air mata masih ada yang mengalir ketika mengingat kebesarannya. Ada rasa malu kalau membandingkan dengan keadaan kita sekarang. Ada rasa haru kalau melihat perjuangan; bagaimana ia dengan penuh kasih-sayang mengusap darah suaminya seusai perang dan merawatnya dengan penuh perhatian; bagaimana ia mengambil air sendiri dengan berjalan jauh sampai membekas di dadanya; dan bagaimana ia menginap di rumah Rasulullah sementara ’Ali menggantikan tempat tidur Nabi saat orang kafir Quraisy mengepung. Malam itu Rasulullah meninggalkan Makkah dan bersembunyi di Gua Tsaur. Sementara orang kafir mengancam nyawanya.

Fathimah sangat besar perjuangannya. Dia adalah putri dari seorang yang suci. Dia sendiri suci. Dari rahimnya yang suci, kita pernah mendengar nama Al-Hasan dan Al-Husain yang ikut bersama kakeknya ketika akan melakukan mubahalah (perang do’a) dengan pendeta Bani Najran. Ia juga melahirkan Zainab yang kelak meninggalkan Mesir. Dari keturunan Zainab inilah kelak Imam Syafi’i mendapat tempat dan perlindungan. Juga membuka pesantrennya.

Keteladanan beliau mencakup kedekatan kepada Allah, kuatnya dalam menegakkan shalat malam, khusyuknya dalam berzikir, kesetiaannya yang luar biasa kepada suami sehingga bersedia membersihkan darah suami dengan penuh kasih sayang, serta kuatnya kecintaan dan perhatian kepada anak-anaknya.

Imam Nawawi Al-Bantani (Al-Jawi) pernah menuliskan keagungan Fathimah Az-Zahra ketika berbicara masalah hak dan kewajiban suami istri. Berikut saya kutib dari Uqudul Lujain karya Imam Nawai Al-Bantani1.

Suatu hari Rasulullah Saw. menjenguk Az-Zahra. Ketika ia sedang membuat tepung dengan alat penggiling sambil menangis.

”Kenapa menangis, Fathimah?” tanya Rasulullah,”Mudah-mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi.”

”Ayah,”Fathimah menjawab, ”aku menangis hanya karena batu penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku yang silih berganti.”

Rasulullah Saw. kemudian mengambil tempat duduk disisinya, kata Abu Hurairah. Fathimah berkata,”Ayah, demi kemuliaanmu, mintakan kepada ’Ali supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan-pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah.”

Setelah mendengar perkataan putrinya, Rasulullah bangkit dari tempat duduknyadan berjalan menuju tempat penggilingan. Beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan ke penggilingan. Dengan membaca bismillahir rahmanir rahiim maka berputarlah alat penggiling itu atas izin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara alat penggiling terus berputar sendiri, sambil memuji Allah dengan bahasa yang tak dipahami manusia. Ini terus berjalan sampai biji-bijian itu habis.

Rasulullah Saw. berkata kepada alat penggiling itu.”Berhentilah atas izin Allah”. Seketika alat penggiling pun berhenti. Beliau berkata sambil mengutip ayat Al-Qur’an, ”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya ada-lah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintah-Nya, dan mereka selalu mengerjakan segala yang diperintah:. (QS.At-Tahrim: 6)

Merasa takut jika menjadi batu yang kelak masuk neraka, tiba-tiba batu itu bisa berbicara atas izin Allah. Ia berbicara dengan bahasa Arab yang fasih. Selanjutnya batu itu berkata, ”Ya Rasulullah, demi Dzat Yang Mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan Rasul, seandainya engkau perintahkan aku menggiling biji-bijian yang ada di seluruh jagat Timur dan Barat, pastilah akan kugiling semuanya.”

Dan aku mendengar pula, kata Abu Hurairah yang meriwayatkan kisah ini, bahwa Nabi Saw. bersabda,”Hai Batu, bergembiralah kamu. Sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak dipergunakan untuk membangun gedung Fathimah di surga.”

Seketika itu, batu penggling bergembira dan berhenti.

Nabi Saw bersabda kepada putrinya, Fathimah Az-Zahra,”Kalau Allah berkehendak, hai Fathimah, pasti batu penggiling itu berputar sendiri untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan mengahpus keburukan-keburukanmu serta mengangkat derajatmu.

Hai Fathimah, setiap istri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginyamemperoleh kebajikan dari setiap butir yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan derajatnya.

Hai Fathimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.

Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatat untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Hai Fathimah, setiap istri yang yang mencegah kebutuhan tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pada hari Kiamat.

Hai Fathimah, tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridhaimu, tentu aku tidak akan mendo’akan dirimu”.

”Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah, bahwa ridha suami itu menjadi bagian dari ridha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.”

Hai Fathimah, manakala seorang istri mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah mencatat untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaanya stelah dilahirkan ibunya.”

”Hai Fathimah, setiap istri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga kiamat.”

setiap istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatat untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang berhaji dan berumrah.”

”Hai Fathimah, setiap istri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.”

Hai Fathimah, setiap istri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit. ’Hai Wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang’.”

Hai Fathimah, setiap Istri yang meminyaki rambut suaminya demikian pula jenggotnya, memangkas kumis dan memotong kuku-kukunya, maka Allah kelak memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum (tuak jernih yang tersegel) dan dari sungai yang ada di surga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati sirath (titian).”2

Lima anak yang dikaruniakan Allah Swt. Kepada Az-Zahra, yaitu Hasan, Husain, Zainab, Ummu Kultsum, dan Muhsin-yang meninggal keguguran ketika ia masih berupa janin dalam rahim sucinya.

Fathimah Az-Zahra mendidik sendiri dua putra dan dua putri yang diamanahkan Allah Swt. Kepadanya. Ia susui anak-anaknya dengan tangan sendiri.

Ia memilih untuk mendekap anaknya sendiri, meskipun kepayahan bekerja dan ada orang yang mau menggantikan, karena ibulah yang lebih bisa menyayangi anaknya, bukan orang lain. Termasuk baby-sitter. Padahal sekarang ibu-ibu muda kadang memilih untuk bisa makan dengan tenang dan enak, sedang menggendong anak biar dikerjakan baby sitter.

Mari kita dengarkan cerita dari Bilal, muadzin Rasulullah:

”Saya melewati Fathimah yang sedang menggiling,”kata Bilal, ”sementara anaknya menangis.”

”Saya berkata kepadanya,”kata Bilal melanjutkan, ”Jika engkau mau, biar aku yang memegang gilingan dan engkau memegang anak itu. Atau, aku yang memegang anak itu dan engkau memegang gilingan.”

Ia berkata, ”Aku lebih dapat mengasihi anakku dibanding engkau.”

Sebagaimana istrinya, Sayyidina Ali juga menolak orang membawakan makanan yang akan diberikan kepada anaknya (masya Allah, betapa hati-hatinya beliau menjaga kebarakahan). Shalih, seorang pedagang pakaian pernah mendapat cerita dari neneknya, ”Saya melihat Ali radhiyallahu ’anhu membeli kurma dengan harga satu dirham, lalu beliau membawanya dibungkus selimut. Saya berkata kepadanya atau seseorang berkata kepadanya, wahai Amirul Mukminan. ’Beliau berkata, ’Jangan! Kepala keluarga lebih berhak membawanya;.”

Kisah ini disampaikan oleh Imam Bukhari. Jabatan Sayyidina Ali saat itu khalifah, Amirul Mukminin.  Pada masa sekarang, jabatan itu lebih tinggi daripada presiden atau raja sebuah negara, sebab kekuasaanya meliputi negeri-negeri lain. Tetapi untuk urusan membawakan makanan anak, Amirul Mukminin tidak mau mengotori dengan menyerahkan kepada orang lain. Betapa jauhnya kita dengan akhlak menantu Rasulullah ini.

Fathimah mendidik anak-anaknya dengan kesabaran dan kelembutan luar biasa. Ia menanamkan ke dada anak tauhid dan kesediaan berdarah-darah.

Kisah Fathimah Az-Zahra akan lebih panjang lagi diteruskan. Dan makalah ini tidak cukup untuk untuk menuliskan. Karena itu kita sudahi dulu.

Sebagai penutup, ada kisah singkat. Hasan dan Husain, kata Abu Hurairah, bergulat. Lalu Rasulullah Saw. berkata, ”Ayo Hasan!”

Maka Fathimah mengatakan, ”Wahai Rasulullah, engkau mengatakan ’Ayo Hasan’, padahal dia lebih besar.”

Maka Rasulullah menjawab, ”Aku mengatakan ’Ayo Hasan’ dan malaikat Jibril mengatakan ’Ayo Husain.”

Sambil bermain-main dengan Hasan, Fathimah mengajarkan kepada anaknya dengan mengatakan:

Jadilah seperti ayahmu, wahai Hasan

Lepaskan tali kendali yang membelenggu kebenaran

Sembahlah Tuhan yang memiliki anugerah

Janganlah kau bantu orang memiliki dendam

Saya tidak tahu apakah kita bisa meneladani Fathimatuz Zahra, sedang tingkatan kita masih seperti ini. Jauh sekali.

Tetapi saya harap berharap pembicaraan ini ada manfaatnya. Setidaknya mengajari kita rasa malu, untuk tahu diri. Sebandingkah kita dengan pengorbanan Az-Zahra dan keluarganya?

Satu hal, tulisan ini adalah do’a. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita keturunan yang penuh barakah dan Allah mengaruniakan kepada mereka barakah, sampai yaumil-qiyamah. Semoga Allah mengaruniakan kepada kita keluarga yang penuh barakah dan Allah melimpahkan barakah kepada kita.

Allahu A’lam bishawab

Dikutip dari buku ”Disebabkan oleh Cinta, Kupercayakan Rumahku Padamu” karangan Ustad Mohammad Fauzil Adhim.

[from : friendofmine]

1 Februari, 2010

Proyek Menghancurkan Negeri-negeri Islam

Diarsipkan di bawah: Dunia Islam, Jihad Zone — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , , , ,

Rekayasa Menumbangkan Negeri Islam Terbesar (01)

Muslim dengan Muslim pun dibenturkan. Karena itu, waspadalah dengan skenario musuh Islam yang ingin memperlemah, mengobok-obok dan meluluhlantakkan Islam hingga akar-akarnya.

Oleh Adhes Satria & Daniel Handoko

Perang yang sedang berlangsung saat ini adalah perang tanpa senjata. Tentu ibadah tertinggi adalah jihad qital. Tapi kondisi di Indonesia belum memungkinkan untuk diterapkan jihad Qital. Yang harus dilakukan adalah mengcounter pemikiran dengan pemikiran, teknologi dengan teknologi, ekonomi dengan ekonomi, gaya hidup dengan gaya hidup. Inilah manuver yang kita sebut perang tanpa senjata.

Menurut sosok generasi muda seperti Thufail Al Ghifari, cara yang paling efektif untuk menghancurkan Islam adalah dengan pemikiran. Musuh Islam tahu, bahwa kunci utama umat Islam adalah Al Qur’an. Karena itu, target mereka adalah mejauhkan umat Islam dari Al Qur’an. Bagi mereka, itu sudah cukup.

“Kita memang hidup di negara yang mayoritas penduduknya Muslim, tapi yang mayoritas itu harus dipertanyakan lagi, berapa banyak umat Islam yang shalat lima waktu, berapa banyak yang bisa membaca Al Qur’an, kemudian yang paham dan mengamalkannya. Ternyata kalau dikerucutkan, umat Islam sendiri sangat jauh dari nilai-nilai Al Qur’an. Ironinya, kita malah terkecoh dengan pemikiran-pemikiran, syair-syair, lirik yang datang dari orientalis daripada ayat Al Qur’an,” tukas Thufail, aktivis Muslim dari kalangan underground.

Sumber kehancuran dari segala kehancuran di muka bumi, bermuara pada konspirasi Zionisme internasional. Zionis ada di mana-mana walaupun mereka berkedok komunis. Ada pula yang merasa bukan Zionis, tapi dia selalu menjalankan agenda Zionis.

“Tidak menutup kemungkinan, Islam pun disusupi Zionis. Karena Zionis itu tidak lagi memakai baju Zionis. Seorang Zionis tentu tidak akan mengaku dirinya Zionis. Sebab, dia tidak peduli dengan label. Nah, ketika Zionis tidak pake baju Zionis, otomatis dia bisa tampil dalam segala bentuk. Ketika komunitasnya mengenakan baju dayak, dia akan pake baju dayak. Jika komunitasnya berpakaian Jawa, dia akan pake baju jawa. Jadi apapun labelnya, seorang antek-antek Zionis  selalu akan membawa kepentingannya,” ungkap Thufail yang juga bergabung dengan kelompok KaZI (Kajian Zionisme Internasional).

Bukan tidak mungkin, Zionis memakai tampilan Islam, seperti peci, berpakaian Muslim, tapi esensi yang mereka tanamkan adalah feminisme, sekularisme, pluralisme, liberalisme, menciptakan keraguan-keraguan, menalar Allah dengan logika, membuat haluan-haluan baru dalam Islam dengan berkedok moderat atau apapun namanya. Ujung-ujungnya adalah mereka ingin umat Islam terbiasa dengan kultur Yahudi dan Nasrani. “Walaupun kita mengaku Islam, tapi digiring untuk menjadi bagian dari millah mereka. Contoh, kita terbiasa mengikuti perayaan tahun baru masehi dengan kembang api, terompet, hura-hura, dan kemaksiatan lainnya,” jelas Thufail.

Banyak sudah negeri-negeri Muslim yang sudah dihancur-leburkan oleh kekuatan global bernama Barat. Mungkinkah Indonesia akan di Pakistan-kan? ”Untuk meramal tentu sulit, karena itu suatu hal yang ghaib. Tapi, jika melihat bukti-bukti yang riil, bisa kita rasakan, Islam dibenturkan dengan Islam. Karena itu, harus ada yang bisa mereduksi, agar ukhuwah Islamiyah tidak terganggu. Atas nama HAM, orang yang menista agama malah dibekingi, sedangkan orang yang minta ditegakkannya syariat malah dibilang teroris. Kalau umat Islam saling dibenturkan, bukan tidak mungkin, kondisi di Pakistan akan hadir juga. Tapi kita tahu kapan terjadi. Yang jelas, bibitnya sudah mulai terasa. Kita tak ingin, bangsa ini kehilangan identitasnya.”

Melawan Liberalisme
Sementara itu Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, Indonesia di hancurkan melalui sistem yang jelas-jelas bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila. Sistem yang seharusnya berpihak pada rakyat, tapi malah menyengsarakan dan menghancurkan pondasi negara. Semuanya sudah masuk dalam sektor kehidupan, entah itu masuk ke wilayah ekonomi, perdagangan, pendidikan, atau kesehatan. “Dalam segi kesehatan, saya sudah bersusah payah, tapi dirubah semuanya melalui sistem neo-liberalisme. Harus diwaspadai konspirasi dari sistem kenegaraan yang sudah terjadi lama sekali. Kita tahu, sistem Zionis yang digunakan merupakan gerakan yang terselubung.”

Hasil dari neoliberalisasi adalah kehancuran bagi yang lemah dan kemenangan bagi yang kuat. Kita dipaksa bersaing dengan negara yang sudah merdeka ratusan tahun, bersaing dengan negara yang selalu mengeruk kekayaan bangsa, dan pada awal 2010 nanti, akan masuk wilayah FTA (Free Trade Area). “Di era perdagangan bebas ini, jelas akan semakin melemahkan bangsa indonesia. Semua produk asing akan masuk dengan bebas. Apakah rakyat kita mau seperti itu?” kata Siti Fadilah kepada Sabili saat membuka acara diskusi Kajian Zionis Internasional di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

Lebih lanjut, Siti Fadilah mengatakan, banyak pejabat atau pembesar negara menandatangani kebijakan yang menguntungkan pihak asing, hampir 90% kekayaan alam sudah bukan milik kita, 90% bank yang ada juga bukan milik kita. Semuanya sudah dimiliki pihak asing. Sistem yang berjalan itulah yang  menjadi gurita untuk menghancurkan Indonesia. Sementara, sistem neo-liberal yang sedang berjalan tidak bisa dirubah, padahal sebetulnya, kita bisa menolak atau tidak menggunakan sistem tersebut. Seperti Iran, Cina, yang tidak menggunakan sistem neo-liberal. Sistem ini  tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia, kecuali jika sudah kuat dan terukur dalam segala bidang. “Gurita Zionis masuk ke dalam dunia kesehatan dan pendidikan karena dua hal ini. Mengingat, dua sektor ini merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.”

Dalam dunia pendidikan, misalnya, ada pemberlakuan BHP (Badan Hukum Pendidikan) pada perguruan tinggi. Dengan diberlakukannya otonomi kampus, telah membuka pintu masuk bagi asing untuk memberikan sokongan dana, disadari atau tidak, dana itu sebagian berasal dari Zionis melalui tangan NGO atau negara asing. “Makna Zionis jangan dipersempit hanya simbol atau agama, tapi lebih luas dalam aspek kehidupan,” kata Siti Fadilah.

Sementara itu dikatakan Dr  Nirwan Syafrin (Direktur Eksekutif INSISTS), upaya penghancuran Indonesia mengalami pola yang beragam. Musuh Islam sangat menyadari, jika perang fisik membutuhkan sokongan dana yang tidak sedikit, pola yang gencar dilakukan adalah menyerang dalam ranah pemikiran. Keberadaan gerakan liberal menjadi bukti. Negara asing itu tak perlu turun langsung, tapi cukup menurunkan pion-pion mereka yang sudah dididik untuk berhadapan dengan kalangan konservatif.

Gerakan liberal tumbuh dengan subur di Indonesia karena counter dari kalangan ulama tidak keras. Berbeda dengan beberapa negara Islam, seperti  Sudan, ulama mengcounter gerakan liberal sangat keras. Aneh, jika banyak kiai dan ulama di Indonesia malah disibukkan dengan aktifitas politik. “Sebuah report yang diterbitkan oleh Rand Corporation berjudul Building Muslim Network menyatakan, bahwa perang yang diterapkan dalam dunia Muslim adalah perang ide (Ghazwul Fikri). Upaya deIslamisasi terhadap generasi muda Muslim dengan menjauhkan budaya atau ajaran Islam, lambat laun membuat semangat jihad umat Islam luntur, bahkan tidak muncul lagi.  Perang ide yang dikobarkan adalah  melalui liberalisasi dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

Proyek Menghancurkan Negeri-negeri Islam (02)

Konflik yang terjadi di negeri-negeri muslim, tidak semata karena faktor internal, melainkan juga eksternal. Hampir di seluruh dunia, umat Islam diperangi dengan berbagai cara. Ya, dengan senjata, politik, ekonomi, sosial hingga budaya. 

Oleh Herry Nurdi & Adhes Satria

Tak dipungkiri, kaum Muslimin kerap menjadi sasaran empuk keberingasan dan ketidakadilan. Tengok saja Asia, hingga saat ini Thailand Selatan tak pernah sepi dari pertumpahan darah. Di Filipina, Bangsamoro tetap hidup dalam kondisi tertekan. Di Cina, Muslim Uighur mendapat perlakuan diskriminasi. Di India, Kashmir tak pernah jelas nasibnya. Indonesia dikipas-kipasi untuk berkonfrontasi dengan Malaysia sebagai target berikutnya.

Gejolak di Timur Tengah lebih dahsyat lagi, Suku Kurdi dibiarkan hidup dalam eklusivitas untuk terus menentang rezim yang berkuasa, Irak berhasil dikoyak-koyak, Afghanistan terus digempur, Palestina dibiarkan terasing, Pakistan jangan ditanya, tak pernah habis dirundung konflik. Iran sebentar lagi menjadi Irak kedua. Disharmoni Turki – Iran tetap terasa, Taliban dengan Rezim Aghanistan sulit dilerai.

Sehabis Asia dan Timur tengah, Eropa sudah menjadi ladang pembantaian. Bosnia berdarah, Chechnya terus berjuang menjaga akidah dari ancaman Rusia. Afrika pun dibidik, perang saudara terus berkecamuk di Somalia dan Sudan. Bukan tidak mungkin, akan ada negeri muslim lain yang terus digoyang dengan kemelut, baik politik maupun ekonomi.

Kekuatan global itu bisa dirasakan, ketika stabilitas dalam negeri kian terancam oleh disintegrasi. Spionase ditanam untuk mencari kelemahan umat Islam yang besar dan kuat ini. Lihat saja, bagaimana Inggris menanam sembilan agen spionase (mata-matanya) ke beberapa negeri muslim untuk belajar mendalami Islam selama bertahun-tahun, termasuk memelajari bahasa Arab, mengenal seluk beluk Islam sampai hal-hal yang paling kecil sekalipun. Misi mereka satu: hancurkan Islam secara masiv dari dalam.

Hampher, salah satu agen spionase muda asal Inggris yang terlatih, dikirim Kementerian di London untuk melakukan tugas intelijen di sejumlah negara, seperti Mesir, Irak, Iran, Hijaz dan Istanbul – saat masih menjadi pusat kekhalifahan Islam. Tugas pokoknya adalah menyesatkan ajaran Islam dan memasukkan orang-orang Islam ke dalam agama Kristiani. Dibalik topengnya sebagai sosok yang sedang mendalami Islam, Hampher mengajak seorang pemuda labil untuk menciptakan sebuah sekte baru dengan ajaran-ajaran yang jauh dari kemurnian Islam.

Menarik untuk dikaji, ketika Hampher punya rencana besar untuk menghancurkan negeri-negeri muslim. Rencana itu terkuak dalam catatan harian yang ditulis Hampher dengan berbagai agendanya. ”Sebetulnya yang membuat kami was-was bukanlah India dan Cina, tapi wilayah-wilayah yang dikuasai orang Islam. Oleh karena itu, kami membuat perjanjian dengan pihak Turki Ottoman yang tentu saja membawa keuntungan di pihak kami,” ungkap Hampher dalam catatan hariannya.

Ada beberapa kecemasan Barat terhadap kehebatan umat Islam, diantaranya: umat Islam sangat fanatik terhadap agamanya, Islam pernah menguasai pemerintahan, kehadiran ulama menjadi penghalang bagi kepentingan kolonialisasi, karena selalu menolak diajak kompromi untuk urusan duniawi. Apalagi jika ulama tersebut bisa memengaruhi rakyat untuk menentang penjajahan.

Penghalang itulah menyebabkan para Islamphobi berkumpul dalam sebuah konferensi yang dihadiri para diplomat para tokoh-tokoh agama dari Rusia, Perancis dan Inggris, termasuk kementrian Inggris. Di dalam konferensi tersebut, tercetus rencana untuk memecah-belah umat Islam menjadi  berkelompok-kelompok, mencari kelemahan, memicu perselisihan, menghasut penduduk untuk melawan negara dan ulama, serta mendorong umat ini meninggalkan agama asal kepada Kristen, seperti yang terjadi di Spanyol.

Proyek Menghancurkan Negeri-negeri Islam (03)

Untuk merealisasikan kehancuran Islam itu, ditebarlah spionase-spionase yang menjadi kaki tangan Barat ke seluruh negeri berpenduduk muslim, termasuk Indonesia. Jika dulu, Belanda punya spionase Snouck Hurgronje, Inggris merekrut Thomas Edward Lawrence alias Lawrence of Arabia, Israel  punya Johann Wolfgang Lotz, Hampher (Inggris) dan sebagainya. Agen-agen resmi negara, seperti CIA (AS), Mossad (Israel), M16 (Inggris) dan agen swasta lainnya punya andil untuk menghancurkan Islam. TE Lawrence, misalnya, ia ditugaskan untuk memprovokasi para kepala suku dan mengobarkan pemberontakan terhadap Monarki Turki, lalu terjadilah Revolusi Arab.

Oleh Herry Nurdi dan Adhes

Di Indonesia, sosok Snouck Hurgronje dikenal sebagai spionase Belanda yang mempelajari Islam dan menyebarkan fitnah di tengah masyarakat Muslim. Dengan menggunakan pengetahuan tentang Islam dan sejarahnya, Snouck menjalankan siasat busuknya untuk mencari kelemahan umat Islam dari dalam. Di balik ”penelitian ilmiah” itulah, ia melakukan aktivitas spionase, demi kepentingan penjajah dan melanggengkan kekuasaan kolonial. Dengan cara manipulasi, pengkhianatan, dan pura-pura masuk Islam, Snouck berganti nama menjadi Abdul Ghaffar, mempelajari Islam di Makkah Al Mukarramah, bahkan menunaikan ibadah haji.

Selama di Hijaz, ia berbaur dengan masyarakat Indonesia yang mukim di sana, dan menjalin hubungan erat dengan para ulama Mekkah dan Indonesia, khususnya asal Jawa, Sumatera, dan Aceh. Banyak data-data penting dan informasi yang diperoleh, saat ia memata-matai gerakan anti penjajahan, terutama ihwal rencana para ulama Indonesia yang akan menyerukan jihad melawan Belanda di Tanah Air. Snouck kemudian menawarkan diri kepada pemerintah Belanda untuk ditugaskan di Aceh. Ia membuat laporan panjang yang berjudul ”Kejahatan-kejahatan Aceh”. Laporan ini menjadi acuan dan dasar kebijakan politik dan militer Belanda dalam menghadapi masalah Aceh.

Snouck lalu merekomendasikan, bahwa yang berada di balik perang dahsyat Aceh dengan Belanda adalah para ulama. Sedangkan tokoh-tokoh formalnya bisa diajak damai dan dijadikan sekutu, karena ia yakin tokoh-tokoh itu hanya memikirkan duniawinya, mengamankan posisinya. ”Islam harus dianggap sebagai faktor negatif karena dialah yang menimbulkan semangat fanatisme agama di kalangan Muslimin. Islam membangkitkan kebencian dan permusuhan rakyat Aceh terhadap Belanda,” begitu statemen Snouck. Itulah sebabnya, ia meyakinkan pemerintah Belanda, kekuatan di Aceh bisa ditaklukkan bila ulamanya ”dibersihkan”.

Siasat politik Devide et impera, pecah dan kuasai yang dilancarkan Snouck Hurgronje menjadi inspirasi dan terus di up-date oleh musuh-musuh Islam di era globalisasi sekarang ini. Terbukti, spionase kaki tangan Barat, kini ditanam di negeri-negeri muslim dan di setiap organisasi pergerakan Islam, dengan cara menebar virus sekuler-liberalisme ke dalam otak interlektual muslim.  Agen-agen lokal berwajah melayu ini direkrut dan diracuni pola pikirnya, tentu saja dengan kucuran dana yang menjanjikan. Agen-agen Melayu ini ditebar untuk menjadi duri dalam daging di tubuh umat Islam.

Atas nama HAM, demokrasi, pengusung liberal dan pluralisme hendak memberangus Islam dengan cara menjegal perda-perda yang dianggapnya berbau syariat. Mereka tampil sebagai pembela maksiat, kaum homoseksual, pornografi, penghina Nabi, peleceh Al Qur’an, penggugat syariat Islam, dan menyiapkan segudang amunisi untuk melumpuhkan pejuang syariat Islam. Bagi orientalis, ini adalah kemajuan besar.
Tak beda dengan Snouck, Hampher saat menjalankan tugas spionasenya,  diibekali buku setebal seribu halaman berjudul ”Cara Menghancurkan Islam” oleh Sekretaris Kementerian Inggris. Buku itu yang berisi informasi tentang sumber kekuatan dan juga titik lemah umat Islam ini merupakan hasil pengamatan di bidang militer, ekonomi, pendidikan dan agama.

Ada beberapa strategi yang dikemukakan Hampher untuk menjatuhkan Islam, diantaranya: Menimbulkan kontroversi dengan memicu kebencian diantara kelompok-kelompok yang bertikai, menyebarkan ketidakpercayaan, dan menerbitkan bacaan yang memicu kontroversi; Melenyapkan buku-buku tentang Islam sebanyak mungkin; Menjunjung kepentingan surgawi sehingga lupa bekerja untuk dunia, memperbesar pengaruh tasawuf, menjebar umat Islam dengan prinsip zuhud; Membujuk penguasa agar terus menjadi diktator dan kejam; Menghapus hukuman mati bagi para pembunuh dengan Undang-undang; Membiasakan diri dengan gaya hidup bebas, korup, riba, drugs, miras, pornografi; Menebarkan kebencian untuk melawan ulama agar jauh dari umat Islam; Mendukung oposisi untuk melawan pemerintah.

Apalagi? Dimunculkan chauvinisme, rasisme dan nasionalisme diantara umat Islam untuk memecah perhatian mereka dengan heroisme masala lalu; Melegalkan alkohol, perjudian, perzinahan, babi dan perkelahian; Menyebarkan kecurigaan seputar jihad; Menghilangkan ungkapan kafir adalah buruk; Menanamkan anggapan bahwa membangun gereja di negara Islam tidaklah haram dengan dalil-dalil tertentu; Menghalangi umat Islam beribadah dan membuat mereka lupa akan fungsi ibadah; Menghalangi pembangunan masjid, melarang adzan, menara, cadar, jilbab dan simbol Islam lainnya.

Selanjutnya, memasukkan unsur bid’ah dalam ajaran Islam dan mengkritik Islam sebagai agama teror; Menghalangi pertambahan jumlah umat Islam dengan pembatasan jumlah kelahiran dan pelarangan poligami serta membatasi pernikahahan. Misalnya melarang pernikahan orang Iran atau Turki dengan Arab; Membatasi lembaga keagamaan dan hanya menjadi monopoli pemerintah; Memasukkan keraguan akan keotentikan al Qur’an dalam benak umat Islam.
Inilah era baru, perang pemikiran, perang tanpa senjata, perang yang tak menelan biaya mahal. Sudah saatnya, kaum Muslimin merapatkan barisan, agar tidak terkecok dengan kedok mereka yang berbaju HAM, demokrasi, dan pluralisme.(tamat)

Source :

http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1290:rekayasa-menumbangkan-negeri-islam-terbesar-01&catid=85:lintas-dunia&Itemid=284

http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1246:proyek-menghancurkan-negeri-negeri-islam-02&catid=85:lintas-dunia&Itemid=284

http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1247:proyek-menghancurkan-negeri-negeri-islam-03&catid=85:lintas-dunia&Itemid=284

BURLIAN – Tere-Liye

Diarsipkan di bawah: BukanKutuBuku — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , ,

Dari seluruh cerita ada dua bagian yang paling saya suka, pertama bagian percakapan antara Bakwo Dar dan Burlian saat menunggu durian jatuh (musim durian) di Bab 8 Menunggu Durian Jatuh (1).

“Masakan paling enak adalah masakan yang saat kau mengunyahnya, kau mengeluarkan air mata, Burlian. Kau menangis terharu karena memakannya.” Bakwo memperbaiki posisi ruas bambu.

“Aku belum pernah makan sampai menangis.” Menggaruk rambut, “Seringnya aku justru dipaksa Mamak makan sampai menangis.”

Bakwo Dar terkekeh lagi. “Itu berarti kau belum pernah merasakan makanan spesial itu.”

“Bakwo pernah?” Aku balik bertanya.

Kekehan Bakwo Dar berhenti. Menghela nafas pelan. Menatapku lamat-lamat, “Ya, Bakwo pernah merasakannya. Puluhan tahun silam, saat aku dan Bapak kau masih seumuran kalian. Jaman dulu, masa-masa revolusi. Hidup waktu itu benar-benar susah.

Aku menyeringai semangat ingin tahu. Terus? Terus?

“Lupakan saja.” Bakwo Dar menggeleng kepala enggan bercerita,” Itu hanya cerita tentang semangkok nasi putih biasa. Tidak ada lezatnya. Hanya karena waktu itu semua serba sulit, urusan makan nasi putih saja bisa membuat terharu. Seperti sedang menghabiskan hidangan makan malam Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya Belanda saja.”

Dan kedua, bagian yang paling suka lainnya adalah cerita tentang seorang Ibu yang berkorban melindungi anaknya dengan seluruh tubuhnya dari sengatan puluhan tawon. Ibu itu Mamak Burlian, dan anak yang dilindungi ibunya itu adalah Burlian. Lengkapnya baca sendiri kali ya. =D

Buku ini penuh hikmah. Buku yang ‘menampar’ diri ini untuk jangan lupa bersyukur. Terlalu banyak nikmat Allah yang bahkan lupa disyukuri.

“Fabiayyi aalaa i rabbikumaa tukadzdzibaan.”

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.”

(QS. Ar-Rahman [55]: 13)

31 Januari, 2010

Tongkrongan Baru

Diarsipkan di bawah: ATTENTION ! — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , ,

Sekedar promosi pemberitahuan,, Tongkrongan baru saya 8) :

http://rabytah.multiply.com <– my active account!

di sini :

http://ruangmuslim.com/jejaring/rabytah/profile.html <– alternatif FB, forumnya juga lebih segar :D . Dan tentu saja bisa ngeblog. Just try it.

and here : http://www.goodreads.com/rabytah <– yang ‘gila’ baca, di sini komunitasnya. SAYA BANGET dah. Cuma masih belajar make sih, secara masih baru dan belum punya tetangga banyak. Tuker-tukeran info all about books, ya di mari.

Aslinya salah satu ‘aktipis’ di mp (multiply). Aktip mariktip disana. Apalagi nge-tweet (http://twitter.com/rabytah). Tapi di twitter ga’ bisa ngeblog. Jadi cukuplah sebagai alat propaganda saja. Selain tentunya gajebo-an dengan kakak-kakak kelas saya (Soalnyeh mayoritas contact aktifnya kakak kelas saya -_-”).

Tapi sekarang lagi ‘tergiur’ dengan RuangMuslim.com. I think it’s better we use product made by Muslim, selama ada second alternatife, why not. Hahhaghh… terlihat ngompor sekali si neng Ira ini. Biarlah. Our blogs are our weapons. Make them real!

Cube try laa =D

30 Januari, 2010

Zionisme dan Sepakbola: Dari Paganisme ke Lapangan Hijau

Diarsipkan di bawah: zionisme — humaiRA Marby @ 20:10
Tags: , , , ,

Jika anda saya tanya perihal dimanakah negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 nanti? Pasti anda akan cepat menjawab, Afrika Selatan. Lalu jika anda saya tanya siapakah kapten AS Roma saat ini? Tentu anda lugas menyebut Il Attacante, Fransesco Totti. Sambil sesekali anda bubuhi kata-kata khas romanisti kepada saya “Jagoan gua tuh, enak aja lu.”

Oleh Pizaro, Konselor Muslim

Peserta Diskusi Sabtuan Islamic Studies INSIST dan Humas Kajian Zionisme Internasional (KaZI)
Akan tetapi jika kemudian pertanyaannya saya ubah, seperti negara atau wilayah manakah nantinya menjadi awal mula hembusan angin akhir zaman akan menyemilir umat muslim seperti tertuang pada agama kita?

Mungkin anda akan tersenyum, atau beberapa dari anda akan menerawang ke awan dan ketika mata anda sudah kembali ke asal, jawaban juga belum anda dapat. Lantas jika anda saya tanya siapakah sahabat Nabi Muhammad SAW yang pernah bermimpi tentang kematian dirinya saat digambarkan mengeluarkan burung dari mulutnya? Mungkin saya juga akan dapat kerenyutan dahi dari anda semua, tak lebih.

Ya begitulah sepakbola telah menjadi mazhab kesekian dalam dinamika keimanan umat muslim. Yang beberapa Imamnya bernama Christian Ronaldo, Wayne Rooney, Didier Drogba, dan bahkan Benny Dolo. Mereka memiliki penganut setia bernama Jama’ah Interisti, Milanisti, Juventini, Liverpudian, Madridistas, atau Jama’ah atas nama Pendukung Indonesia Siap Mati Demi Merah Putih.

Thesa yang menyerempet konyol ini memang terasa tidak berlebihan. Bayangkan seorang wartawan Indonesia sampai polos berkata, bahwa “Bola sebagai media egaliter dan media persatu,” kilah Hery Prasetyo, Jurnalis Tabloid Bola Soccer. Lebih jauh, Hery menuturkan bahwasanya “Sepak bola lebih sukses daripada serangkaian Konfrensi-konfrensi yang dilakukan untuk menyatukan seluluh umat di dunia.” Dahsyat. “Di sini tidak ada lagi sekat etnis, suku agama maupun warna kulit,” lanjutnya. Berhenti di selebrasi muslimkah? Tentu tidak. Sebab seorang pendeta di sebuah kuil Budha di Thailand berkomentar lebih radikal lagi bahwa “Sepak bola telah menjadi agama dan memiliki pengikut jutaan banyak.” Uniknya lagi, di Kuil itu, tahun 2000 silam, teronggok sebuah patung David Beckam, Kapten kesebelasan inggris yang kesohor itu.

Lain Asia, lain cerita. Pada rimba yang berbeda, dalam rangka festival dan konser bertajuk “Kick-off 2006 Kick-off faith”, Gereja Berlin, Gereja Brandenbourg dan Gereja Berlin-Wilmersdorf menggelar sepak bola antara Imam Mesjid melawan para Pendeta dan yang menjadi hakim garisnya dari orang Yahudi.

Tak bisa dilupakan juga, ketika belasan ribu warga Jakarta dan sekitarnya yang antre berjam-jam memanfaatkan kesempatan foto bersama trofi Piala Dunia saat dipamerkan di Jakarta Convention Centre (JCC), Selasa, 26 Januari 2010. Acara tersebut merupakan rangkaian Federation Internationale de Football Association (FIFA) World Cup Trophy Tour yang disponsori Coca-Cola.

Warga sampai tulus ikhlas antre berfoto bareng trofi piala dunia yang didominasi anak muda itu, khususnya pelajar SMA yang mendapat undangan khusus dari Coca-Cola. Hanya dalam hitungan detik, hasil foto bersama trofi Piala Dunia itu bisa langsung diambil.

Tugu meyerupai

Dari Jakarta, sekarang kita terbang ke Madiun. Demi sepakbola, dalam satu hari saja ada dua anak bangsa meregang nyawa. Adalah Ahmad Fatoni (21), warga Gresik yang terjatuh ketika kereta masih berada di Kertosono; serta Ari Sulistyo (17), warga Dukuh Menanggal Surabaya yang terjatuh di Banyumas. Menurut kesaksian teman-temannya, mereka duduk di atas kereta sehingga tidak sadar menabrak kabel-kabel lalu terjatuh terpelanting ke bawah dan terlindas kereta. Dan itu terjadi sebelum pertandingan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, minggu 24 Januari 2010.

Sebenarnya dinamika fanatisme sepakbola di Indonesia sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Semula penulis melihat Kajian tentang Sepakbola menjadi titik pijak pada garapan psikologi sosial ataupun sosiologi. Namun setelah melakukan penelaahan mendalam, problem sepakbola Indonesia memiliki sisi kelam yang pada ujungnya bisa dikaitkan pada hegemoni Zionisme yang bisa mencederai akidah. Terlebih, Sepakbola dan Zionisme masih minim untuk diungkap. Alhasil penulis coba menelusuri pada wilayah rel tersebut.

Kasus almarhum Fathoni dan Ari adalah puncak gunung es atas ideologi sepakbola yang begitu menipu pada level penerapannya. Hal ini setidaknya pernah penulis rasakan sendiri. Saat menjadi pelajar aliyah, penulis termasuk salah satu supporter klub terbesar di Jakarta, lengkap dengan kartu anggota-nya. Kala itu, saat di stadion, telinga dan jiwa kami begitu massif di “doktrin” tak ubahnya seperti seorang mujahid hendak menuju medan jihad.

Kaos yang bertulis rasis, dikenakan seorang Bonek di pojok kanan

Untuk membela klub tercinta, kami dimotivasi yel-yel tentang harga murah sebuah nyawa demi gengsi sebuah klub tercinta. Dan gila-nya lagi banyak suporter yang rata-rata remaja itu mengamini dengan sepenuh hayat. Kasus gap antara Viking dan The Jak, Aremania dan Bonekmania, sampai saat ini bisa menjadi representasinya. Kita sesama anak bangsa dan umat muslim seperti diadu sedemikian rupa oleh mereka. Hal ini kemudian berekses pada kata-kata rasis sepanjang pertandingan yang semarak dilontarkan. Tidak hanya berbuah pada selebrasi kata “sikat”, “hajar”, namun muara itu sampai juga pada aksara “bunuh!” atau “Dibunuh saja!”. Itu belum termasuk kata-kata binatang yang rasanya penulis tidak sampai hati mebeberkannya disini.

Jika anda tidak percaya, silahkan anda datang ke stadion atau coba anda simak betul-betul kala setiap tim bermain di layar kaca. Ini bukan perkara sepele. Karena Menurut Sayyid Quthb, kita mati karena membela negara yang tidak ada urusan dengan iman saja dapat dikatakan mati bukan di Jalan Allah, terlebih ini berperang demi gengsi urusan remeh temeh dunia, semisal sepakbola. Dengan yakin penulis bisa menyimpulkan ini bagian dari mati konyol.

“Tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang menyeru kepada ashabiyyah (fanatisme kelompok). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang berperang atas dasar ashabiyyah (fanatisme kelompok). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang terbunuh atas nama ashobiyyah (fanatisme kelompok).” (HR. Abu Dawud)

Selanjutnya Rasulullah pernah menyebut kematian orang-orang yang terbunuh di bawah bendera ashabiyah sebagai mati jahiliyah. Syaikh Safiyurrahman al Mubarakfuri dalam kitab Al Ahzab As Siyasiyyah fil Islam mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:

“Barangsiapa berjuang di bawah bendera kefanatikan, bermusuhan karena kesukuan dan menyeru kepada kesukuan, serta tolong menolong atas dasar kesukuan maka bila dia terbunuh dan mati, matinya seperti jahiliyah”. (HR. Muslim)

Namun suatu yang jenaka bisa kita tarik sebagai bahan evaluasi. Bayangkan kita saja yang ngaji belum tentu siap mati demi agama, tapi mereka yang “ngaji”-nya di lapangan malah rela menggadai nyawa, walau hanya demi urusan rumput hijau. Tampak sepele dan menggelikan memang, tapi itu nyata di sekeliling kita.

Kisah Aremania dan gerakan sepuluh ribunya menjadi catatan menarik kesekian yang patut untuk dibahas. Bayangkan mereka yang rata-rata muslim itu berhasil mengumpulkan uang Rp 61 juta di tengah saudara semuslimnya di Palestina, Afganistan, Sudan, dan lain-lain berperang serta kelaparan. Bahkan dengan mengamen yang dimulai pukul 13.30 WIB dalam waktu tidak lebih dua setengah jam terkumpul uang Rp 1.828.900. Para Aremania dari Malang dan Kota Batu ini mengambil tempat di patung Apel alun-alun dan dikoordinasi langsung oleh Yuli Sumpil.

Bergeser ke bagian Barat. Di Bandung, ada gambaran militansi utuh digelar oleh bobotoh Persib. Untuk membantu tim kesayangannya berlaga di kompetisi Superliga Indonesia 2009/10 dan mempertahankan pemain senior supaya tidak hengkang dari Bandung, pertengahan agustus 2009 lalu, kelompok suporter Viking Persib Club bakal memberikan bantuan dana hasil patungan anggotanya. Dan ditengah geliat kemiskinan, bukan main-main Viking hanya membatasi sumbangan minimal Rp15 ribu per orang.

Itu baru pada level suporter, sekarang kita beranjak pada elemen kepemerintahan. Gubernur provinsi DKI Jakarta beberapa tahun yang lalu, demi kelangsungan nyawa Persija rela menggelontorkan uang Rp 23 Miliar. Tak sedikit uang itu disedot buat bayar pemain asing yang tidak jelas apa sumbangsihnya bagi negara, apalagi sumbangannya buat umat Islam. Itu semua tanpa dosa dilakukan pemerintah DKI ditengah para Pedagang Kaki Lima yang kios-kiosnya dirubuhkan. Di tengah para pedagang asongan yang dilarang mengeluarkan insting bisnisnya di perempatan lampu merah. Di tengah para pedagang kecil-kecilan yang gerobak kayunya dibakar hanya karena mengganggu jalan, dan di tengah rakyat kelaparan yang tak berapa lama statusnya cepat berganti menjadi almarhum.

Bisa disimpulkan inilah suntikan ideologi materialisme buta yang mendera akidah kita. Pemerintah DKI rela lebih memilih uang untuk membayar pemain asing ketimbang memberi makan PKL yang rata-rata mereka kelaparan dan warga asli DKI Jakarta sendiri. Jika ditanya, tak lama mereka berdalih: atas instruksi Undang-undang dan sudah sesuai prosedur hukum. Jadilah penulis seperti ingin mengatakan, “Selamat datang di negeri Materialisme, Welcome to Kabbalah’s Value”. Padahal Allah jelas berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfaal 27).

Dan amanah itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,
Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya). [HR. Imam al-Bukhari dari sahabat Abdullah bin Umar r.a.]

Kisah diatas hanyalah segelintir catatan bagaimana Ideologi Materialisme dan Hedonisme Yahudi perlahan tanpa kita sadari tersamar dalam keIslaman kita. Gagasan yang dikonstruk dari filosofi Pagan ala Kabbalah Mesir Kuno ini memang tidak muncul dalam rupa menyeramkan. Karena Zionisme Yahudi tahu betul apa strategi yang langsung menembus titik lemah musuh-musuh-nya. Tidak usah diinvasi oleh rudal atau jet-jet canggih yang dimoncongnya bertulis KFR itu, tapi cukup dengan sepakbola umat muslim akan semakin menjauh dari cita-cita Islam, kalau tidak mau disebut kafir.

Gambar Setan sebagai Representasi

Freemason yang berpusat di Inggris memang menyebarkan pengaruhnya, salah satunya melalui olah raga yang paling popular. Sepak bola sudah menjadi ikon bisnis dunia. Program penghapusan Agama ala Freemasonry Yahudi ini menjadi tidak terlelakkan kala kita-kita juga telah menjadi agennya. Negara kita begitu bernafsu menjadi Tuan Rumah Piala Dunia, yang sama sekali tidak jelas kadar keuntungan Iman bagi umat muslim. Sebab semuanya itu demi Rupiah semata. Padahal banyak PR yang layak diselesaikan tinimbang membayang-bayangkan memenuhi Negara ini dengan dagelan sepakbola seperti itu. Masih banyak guru yang tidak sejahtera dan kualitasnya terpendam. Masih jamak anak bangsa yang potensial tapi hidup dari memungut sampah di stasiun kota. Masih menjadi mayoritas kala kita berdiskusi tentang sekolah-sekolah yang berdiri seadanya. Masih banyak kampus-kampus Islam yang perpustakaan-nya minim buku bermutu. Menyedihkan.

Gambar Setan sebagai Representasi “Satanic Symbols”. Pagan dan Sihir adalah jelmaan ideologi Freemasonry dari hasil kepercayaan Mesir Kuno
Jadi dengan skenario itu, tak bisa dipungkiri bahwa sepakbola adalah media pencetak uang andalan bagi Freemason. Sebagai contoh, Manchester United pernah dikuasai oleh Ruppert Murdoch, raja media Yahudi. Salah satu klub bola terkaya di dunia. Fans setia mereka sudah tersebar diseluruh penjuru dunia. Termasuk dari anak-anak kita yang tergila-gila memiliki kaosnya.

Logo Setan Chelsea, sebuah simbolisasi Pagan

Belum lagi Chelsea, klub sepakbola yang bercokol di papan atas Liga Inggris saat ini. The Blues memiliki jutaan penggemar seantero bumi, Eropa, Amerika, Asia hingga Papua. Ia dikuasai oleh Roman Abramovich seorang Yahudi tulen. Dan uniknya di kedua logo klub tersebut terbentang gambar setan, yang notabene menjadi symbol Pagan Kabbala.
Nuansa itu semakin kental dengan sebutan MU yang tersohor sebagai The Red Devils, Si Setan Merah dan gambar tiga singa di Footbal Association (FA) mirip dengan lambang Spihnx (Manusia berkepala Singa) yang acap kita temui di loge-loge Masonik.

Bahkan ketika salah seorang fans MU di sebuah situs dikonfrontir tentang hegemoni Yahudi di MU, ia malah membalas, “Fans MU bukan mendukung Yahudi-nya bro, tapi klubnya !!!! ini dunia olahraga coy bukan tempat SARA.”

Bayangkan, persoalan Yahudi hanya dianggap persolan SARA yang tidak kalah penting dari sebuah fanatisme sepakbola. Padahal justru Yahudilah penganut Fasisme sejati. Sudah jutaan anak-anak Palestina, Afghanistan, Sudah, Somalia, dan negera muslim lainnya merana. Ini jelas dalam Kitab Talmud Yahudi, bagaimana mereka menjadikan Talmud sebagai landasan teologis mereka untuk beraksi.

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b) “Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b) “Orang Yahudi boleh berdusta untuk menipu orang kafir”. Baba Kamma 113a.

Selain itu, beberapa musim lalu, MU dengan logo setan-nya tersebut, juga ditunjang oleh sponsor Vodafone yang lambangnya mengandung Ouroboros. Jika kita mempelajari symbol-simbol Yahudi, Ouroboros termasuk ke dalam ‘Satanic Symbols’ yang memiliki arti sebagai keabadian, kesemestaan, yang juga mewakili kekuatan Lucifer.

Lalu, remaja kita juga digempur untuk selalu berfikir sepakbola. Jika kita tanya kepada pelajar SD dan SMP tentang gambaran profesi kedepan. Mereka dengan lantang menjawab, “Ingin jadi pemain bola, dong”

Main sepak bola memang tidak haram. Itu sah-sah saja. Tapi yang mengkhawatirkan adalah cita-cita itu lahir dari menjejalnya tayangan sepakbola dari malam ketemu pagi (subuh), lanjut ke sore, mahgrib, sampai ketemu malam kembali. Inilah trik musuh-musuh Allah mengatur jadwal pertandingan sedemikian rupa agar tidak berbenturan antara sesama liga-liga elit dunia dan habisnya waktu umat muslim untuk menontong sepakbola adalah keniscayaan. Coba kita telisik acara TV kita, menjelang Isya ada liga Inggris. Agak malam muncul daratan liga Italia. Dan ketika pucuk hari menggelayut saat subuh menyingsing, datanglah Lionel Messi dan kawan-kawan.

Ini juga dikonstruk oleh petinggi Indonesian Super League (ISL). Jika kita perhatikan kenapa negara dengan penganut Islam terbesar di dunia ini, ketika melaksanakan pertandingan sepakbola saja selalu berbenturan dengan waktu shalat. Kini pada sore, ISL kerap bertarung pas adzan Shalat Ashar berkumandang pukul 15.30. Kemudian saat pertandingan waktu malam, bergesekan antara waktu Maghrib dan Isya. Padahal logikanya apa susahnya PSSI menggelar waktu pertandingan malam tepat pukul delapan atau selebihnya. Atau ketika sore dilangsungkan pukul empat setelah shalat Ashar.

Ketika penulis aktif menjadi supporter, mau shalat saja susahnya bukan main. Stadion terbesar sekelas Senayan ternyata tidak memiliki cucuran air yang memadai. Bahkan tempat khusus shalat di dalam stadion saja tidak ada. Tapi kalau sudah pemenuhan daya terang, pemerintah akan mengeluarkan cucuran dana berlimpah. Sekulerisme dalam spakbola terjadi karena memang FIFA tidak pernah menuangkan item adanya tempat ibadah di stadion sebagai suatu keharusan. Tentu ini menjadi tanda tanya apabila jargon sepakbola sebagai pemersatu digemborkan oleh FIFA.

Ouroboros, Ular mengiggit sama dengan lambang Vodafone, Sponsor MU

Negara Arab pun juga demikian. Arab Saudi yang katanya ketat dalam penerapan sunnah, malah membiarkan pemainnya bermain tanpa menutup aurat. Bahkan di Mesir tahun lalu muncul fatwa boleh tak berpuasa bagi pemain sepakbola. Ya Mesir, negara yang pemerintahnya hobi berkoalisi dengan Israel itu. Seperti kelihatan konyol memang, Islam sebagai agama paripurna harus tunduk dengan sepakbola, justru di Negara yang tak akan lupa oleh sjearah, sbeagai Negara tempat turunnya para Nabi.

Malah sekarang ini ada gejala baru. Menurut sebuah berita, para pengusaha dan anggota kerajaan di negeri Arab sekarang ini berbondong-bondong membeli klub sepakbola Premier League. Tercatat ada nama Syeikh Mansour yang memiliki klub Manchester City. Ada pula Pangeran Faisal yanag tengah dalam proses membeli klub Liverpool. Yang terakhir adalah Ali Al Faraj yang membeli klub Porstmouth.

Ali Faraj ini kemudian memperkerjakan seorang Israel, Avram Grant. Grant adalah seorang Yahudi yang pernah melatih klub Chelsea, namun kemudian digantikan oleh Luis Felipe Scolari karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi sang pemilik klub, Roman Abramovic. Di Portsmouth, Grant akan ditunjuk sebagai Direktur Sepakbola klub tersebut untuk durasi dua tahun. Grant sendiri bukanlah orang baru dalam tubuh Portsmouth. Empat tahun lalu, sebelum melatih Chelsea, ia pernah menjabat sebagai Direktur Teknik.

Itulah sekelumit bagaimana Zionisme menyerang hal-hal yang tampak sepele tapi kini menjadi bahan hiburan bagi dunia. Setiap umat muslim patut waspada, apalagi anda-anda yang bergelar mujahid dakwah. Jangan sampai terlenakan oleh perkara elementer seperti ini, dan tidak terasa bahwa musuh-musuh Allah sudah menghunguskan senjata di hidung kita.

Mungkin sekarang ini orang Yahudi sedang tertawa terbahak-bahak melihat umat Islam yang matanya miring dan tekantuk lalu pulas tidur hingga lupa kewajiban lima waktunya. Demi Arsenal, Demi goyangan Samba Barcelona, hingga tarian bola Sriwijaya. Dan mungkin para annggota Mason sekarang sedang tersenyum-senyum sendiri, lalu tak lama menonggakan kepala dan dengan indah bernyanyi.

“Kuyakin hari ini pasti menang….oooo….aaaaaa…..oooooo…aaaaaa”.

Wallahu’alam bishshawab.

Source : http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1278:zionisme-dan-sepakbola-dari-paganisme-ke-lapangan-hijau&catid=83:wawancara&Itemid=200

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.